Data Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa proporsi produktivitas tenaga kerja asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) adalah homogen, yaitu 78,2 persen, sedangkan Indonesia sebesar 74,4 persen , angka ini masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain yang produktivitasnya di bawah rata-rata homogen ASEAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan stres kerja dengan produktivitas kerja. Jenis penelitian adalah penelitian cross sectional study. Populasi adalah semua pekerja di area produksi PT Makassar Tene, sampel adalah sebagian pekerja di area produksi sebanyak 92 orang, Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa status gizi berhuungan dengan produktivitas kerja di PT. Makassar Tene dengan biaya ρ = 0,044 < α = 0,05 dan tidak terdapat hubungan stres kerja dengan produktivitas kerja di PT. Makassar Tene dengan nilai ρ = 0,092 > α =0,05. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan Status gizi dengan produktivitas kerja dan tidak terdapat hubungan stres kerja dengan produktivitas kerja di PT.Makassar Tene. Rekomendasi kajian diharapkan agar PT.Makassar Tene memperhatikan status gizi para pekerja di area produksi.
Copyrights © 2023