cover
Contact Name
asran
Contact Email
asran@tritunas.ac.id
Phone
+6285299629686
Journal Mail Official
asran@tritunas.ac.id
Editorial Address
JL. Tamangapa Raya No.168 Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
ISSN : 28284771     EISSN : 28284771     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Lingkungan dan Keselamatan (JESE) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional sejak Februari 2022 dengan e-ISSN 2828-4771. JESE menerima makalah ilmiah dalam bentuk laporan penelitian (makalah penelitian asli) dan tinjauan pustaka dengan fokus pada bidang prinsip-prinsip teknik lingkungan dan keselamatan.
Articles 39 Documents
Environmental-Based Disease Study in the Gold Handicraft Industry Area in Rappokalling Village, Makassar City Andi Riska; Basri; Marisna Eka Yulianita
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang optimum akan berpengaruh positif terhadap status kesehatan yang optimum pula. Penyakit berbasis lingkungan adalah ilmu yang mempelajari proses kejadian kasus baru ataupun berulang pada kelompok masyarakat tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan mengidentifikasi penyaktit berbasis lingkungan pada area Industri kerajinan emas. Motode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriktif dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan jumlah sampel 60 yang diambil menggunakan Accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan semua kondisi sanitasi lingkungan responden adalah baik sebanyak 60 responden (100%). Penyakit Berbasis Lingkungan yang diperoleh adalah Diare sebanyak 12 responden (20,0%) dan Tifoid sebanyak 4 responden (6,7%). Kesimpulan: Kondisi sanitasi lingkungan yang secara umum tergambar baik, namun terdapat kondisi sanitasi lingkungan yang masih kurang memenuhi standar, seperti sumber utama air minum, kualitas fisik air minum, dan tempat penampungan limbah air sisa mandi, mencuci, dan memasak. Hal ini berkontribusi terhadap kejadian Diare dan Tifoid di Kelurahan Rappokalling Kota Makassar.
Work Stress On Women Workers Who Have A Mental Workload And Services For The Weaving of The Textile Industry Darwin Safiu; Iwan Suryadi; Alfika Riyanti Prastiwi; Muh Kahfi
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indusrri tekstil memiliki berbagai macam risiko kesehatan utamanya pada pekerja, masa kerja dan beban kerja  yang bervariasi akan berpengaruh pada stress kerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kaitan antara sres kerja pada wanita yang mengalami beban kerja mental dan masa kerja pekerja pada industri tekstil. Motode: Desain observasional analitik dan rancangan cross sectional sebagai metode penilitian. Populasi sebanyak 218 responden yang kemudian diambil sampel menggunakan teknik random sampling sebanyak 80. Kuisioner NASA TLX untuk mengukur beban kerja mental, kuisioner karakteristik individu untuk masa kerja dan kuisioner safety eksekutif untuk menilai stress kerja. Hasil: asil uji bivariat menunjukkan bahwa (1) beban kerja mental memiliki korelasi dengan stres kerja yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,001; dan (2) masa kerja memiliki korelasi dengan stres kerja seperti yang ditunjukkan oleh nilai-p = 0,026. Hasil pengujian multivariat menunjukkan bahwa nilai signifikansi beban kerja mental adalah p-value = 0,000, dan r-value adalah 0,406, artinya memiliki dominasi korelasional 40,6% dengan stres kerja. Kesimpulan: Beban kerja mental dan masa kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja pekerja wanita.
Rationality and Effectiveness of Antibiotic Therapy of Brongchopneumonia Children in The Treatment Room Sitti Alfyanita Ilham; Sunandar Ihsan; Mesi Leorita
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah proses inflamasi yang ditandai dengan adanya bercak-bercak kemerahan pada bagian paru dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berumur di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotika yang tepat dan rasional akan menentukankeberhasilan pengobatan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas meliputi tepat dosis, tepat obat dan tepat lama pemberian serta efektivitas terapi antibiotik yang ditinjau berdasarkan (hilangnya demam, hilangya batuk dan hilangnya sesak napas). Motode: Penelitian ini berupa penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif yang didasarkan pada catatan medis.Penelitian dilakukan terhadap 30 catatan medis penderita brokopneumonia anak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan kriteria tepat obat (93,33%), kriteria tepat dosis (74,99%) dari tepat obat dan tepat lama pemberian (57,13%) dari tepat obat. Efektivitas terapi antibiotik yang meliputi hilangnya demam (29,11%), meredanya batuk (21,42%), dan hilangnya sesak napas(32,14%). Kesimpulan: Rasionalitas terapi antibiotik pada pasien balita bronkopneumonia di ruang perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau tahun 2020 ditinjau dari tepat obat 93,33%, tepat dosis 60,75%, dan tepat lama pemberian 57,13% dihitung dari jumlah tepat obat srdangkan dari keefektifitasanya tidak ada antibiotik yang efektif pada terapi bronkopneumonia ditinjau dari hilangnya semua gejala yaitu demam, batuk, dan sesak napas.
Disparity in Basic Sanitation Facilities in Housing in Small-Scale Gold Mining Communities in The Bombana Area Basri Basri; Asriani Achmad
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: industri pertambanan emas skala kecil (PESK) telah berkembang pesat di kabupaten Bombana sejak tahun 2010. Banyaknya jumlah penambang menyebabkan lahirnya pemukiman yang tidak memiliki sarana sanitasi dasar yang memadai dan kondisi perumahan yang memenuhi syarat. Struktur kerja yang lahir akibat kepemilikan lahan dan peralatan tambang ikut mempengaruhi disparitas sarana sanitasi dan perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi disparitas sarana sanitasi dan perumahan berdasarkan struktur kerja di area PESK di Bombana. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada dua kecamatan dimana area PESK berlokasi yaitu kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara. Sebagai area kontrol dipilih kecamatan Kasipute. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuessioner. Besar sample ada 81 responden yang dipilih secara purpossive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedangkan pada kelompok koordinator lahan 100% memiliki sarana sanitasi yang baik. Kondisi sanitasi buruk ditunjukkan oleh kelompok pemilik lahan (3%) dan sarana sangat buruk lebih banyak didapatkan pada kelompok penambang (68,3%). Semua responden dari komunitas penambang memiliki kondisi perumahan sosial yang buruk. Sedangkan pemilik tanah, koordinator tanah dan pemilik trommel pada umumnya sudah berada di perumahan sosial yang cukup. Kesimpulan: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara umum sarana sanitasi dasar dan perumahan di area PESK jauh lebih buruk dibandingkan dengan daerah kontrol yang merupakan area pemukiman umum. Struktur kerja yang terbentuk pada komunitas penambang juga akan menentukan tingkat pendapatan dan status sosial yang pada akhirnya akan menentukan kualitas sarana sanitasi dasar dan kondisi perumahan.
Analysis of The Use Personal Protection Equipment (APD), Time of Work, and Age On Women’s Stone Breakers Workers in Parida Village, Lasalepa District, Southeast Sulawesi Endang Sri Mulyawati L; Nur Juliana; Firnasrudin Rahim
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja merupakan aset yang tinggi bagi masyarakat serta bagi negara itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan kesehatan dan keselamatan kerja memiliki tujuan untuk melindungi tenaga kerja dalam mengerjakan pekerjaannya dari bahaya atau potensi bahaya yang timbul, penelitian ini membahas tentang bagaimana menanalisis penggunaan alat pelindung diri (APD), lama kerja, dan umur pada pekerja wanita pemecah Batu di Desa Parida, Kec. Lasalepa. Motode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif survey dan dilakukan di Desa Parida. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pada wanita yang berjumlah 33 orang dan pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wanita pemecah batu yang terbanyak kadang-kadang menggunakan alat pelindung diri (APD) sebanyak 22 orang (66,7%), kategori umur yang terbanyak pada umur >30 sebanyak 25 orang (75,8%) dan pada kategori lama kerja <8 jam per hari sebanyak 19 orang (57,6%). Kesimpulan: Bahwa kategori penggunaan APD rata-rata pekerja kadang-kadang menggunakan APD, kategori usia rata-rata pada usia >30 tahun dan pada kategori lama kerja, rata-rata 8 jam per hari. Diharapkan perlu adanya pengawasan penggunaan APD dilingkungan kerja guna meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja.
Relationship Between Pollutant Levels of PLTD Baubau To The Event of ARI in the Community Kaobula Village Irwan Amar
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran udara oleh gas dan logam berat yang terkandung dalam asap industri dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernafasan seperti ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar pencemar SO2, NO2, dan CO dari PLTD Baubau terhadap kasus ISPA di Kaobula dari tahun 2017 - 2022. Motode: Penelitian ini dilakukan sejak November - Desember 2020 bertempat di Puskesmas Meomeo dan PLTD Baubau. Variabel yang diamati terdiri dari kadar SO2, NO2 dan CO (variabel bebas) dan kasus ISPA (variabel terikat). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan diolah secara univariat dan bivariat (uji korelasi dan regresi linier) dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil ini menunjukkan konsentrasi SO2 rata-rata 0,06 ppm (baku mutu yang diperbolehkan 0,344 ppm), NO2 0,010 ppm (baku mutu 0,213 ppm) dan CO 0,022 ppm (baku mutu 26.196 ppm). Persentase kasus ISPA 3,08%-12,71% dari total masyarakat Kaobula (1834 jiwa). Uji korelasi menunjukkan ada hubungan antara SO2 dengan persentase kejadian ISPA (r=0,23), ada hubungan antara NO2 dengan persentase kejadian ISPA (0,56) dan tidak ada hubungan antara CO dengan persentase kejadian ISPA. kasus (r=-0,41). Kesimpulan: Hasil uji regresi menunjukkan ada hubungan antara SO2 dan NO2 terhadap persentase kasus ISPA dan tidak ada hubungan antara CO dengan persentase kasus ISPA. Pentingnya penelitian lanjutan baik melalui observasional maupun eksperimental tentang lingkungan sekitar kawasan PLTD Baubau.
The Relationship Of Environmental Sanitation With The Event Of Diarrhea In The Work Area Of Bataraguru Public Health Center Wolio District, Baubau City Irwan Amar; Darwin Safiu
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 3 (2022): October - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Kota Baubau pada tahun 2009 penderita diare sebesar 4.403 penderita, sedangkan pada tahun 2012 penyakit diare masih tinggi yaitu sebesar 4.236 penderita. Dengan demikian, penyakit diare masih termasuk dalam 10 pola penyakit terbanyak di kotaBaubau (Dinas Kesehatan Kota Baubau, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan di wilayah kerja puskesmas Bataraguru Kota Baubau. Motode: Penelitian ini dilakukan sejak Juli - Desember 2015 bertempat di wilayah kerja Puskesmas Bataraguru. Variabel yang diamati terdiri dari penyediaan air bersih, pemanfaatan jamban keluarga, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah (variabel bebas) dan kejadian diare (variabel terikat). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan diolah secara univariat dan bivariat (uji chi-square) dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil ini menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p = 0,374 > 0,05 X2 hitung = 0,789), dan pengelolaan air limbah (p = 0,925 > 0,05, X2 hitung = 0,009), tidak berhubungan dengan kejadian dari diare. Sedangkan penggunaan jamban (p = 0,004 < 0,05, X2hitung = 8,136), dan pengelolaan sampah (p = 0,000 < 0,05, X2 hitung = 13,620), memiliki hubungan dengan kejadian diare. Kesimpulan: Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dan pengelolaan air limbah dengan kejadian diare sedangkan variabel pemanfaatan jamban keluarga dan pengelolaan sampah ada hubungan dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas Bataraguru.   Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Kejadian Diare, Penyediaan Air Bersih  
Study of Pesticide Exposure to Farmers in Bontotangnga Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency Yusrianto; Andi Zulkifli Ramli
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 2 No. 1 (2023): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan Alat Pelindung Diri petani kelompok Tani Timbula Desa Bontotangnga yang tidak memenuhi syarat (APD ˂ 5) sebanyak 19 orang (100 % ) dan memenuhi syarat (APD ˃ 5) sebanyak 0 (0 %). Di kelompok tani Timbula Desa Bontotangnga, jenis pestisida yang digunakan oleh penyemprot hama tanaman adalah: Matador, Gramoxone, Roundup, Tridaxone, dan Supremo. Masa kerja 18 responden (94,7 %) merupakan petani penyemprot dengan kategori lama sedangkan sebanyak 1 responden ( 5,3 % ) merupakan petani dengan kategoribaru, dan frekuensi penyemprotan untuk tanaman padi 2 kali dari masa tanam sampai panen. (BPP, 2013) Motode: Penelitian ini bersifat deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterpaparan pestisida pada petani yaitu : Penggunaan APD, Jenis Pestisida dan Lama kerja petani di Desa Bon totangnga Kecamatan Bonto tiro Kabupaten Bulukumba Tahun 2021. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa petani di Desa Bontotangnga terpapar pestisida, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa petaniyang tidak menggunakan APD terpapar pestisida sebanyak 53,4 % dan tidak terpapar sebanyak 46,6 %, petani terpapar dengan menggunakan jenis pestisida sebanyak58,6 %, dan yang tidak terpapar sebanyak41,4 % serta petani yang terpapar pestisida dengan lama kerja petani sebanyak 98,3 %, dan yang tidak terpapar sebanyak 1,7 %. Kesimpulan: Petani di Desa Bontotangnga secara keseluruhan tidak mengggunakan Alat Pelindung Diri. Jenis pestisida yang digunakan petani di Desa Bontotangnga memenuhi syarat. Petani di Desa Bontotangnga secara umum semuanya sudah lama bekerja sebagai petani. Petani sekiranya lebih bijak, lebih cerdas dan secara sadar menggunakan Alat Pelindung Diri agar lebih aman dari paparan pestisida sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat kerja serta pengamatan secara periodik dengan cara penyuluhan.
Working Period, Humidity, Temperature to Subjective Fatique on Stone Breaker Worker in Parida Village: stone breaker Nur Juliana; Firnasrudin Rahim; Endang Sri Mulyawati L
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 2 No. 1 (2023): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja dapat juga diartikan dengan menurunnya efisiensi dan berkurangnya ketahanan dalam bekerja dan berasosiasi dengan masa kerja, kelembaban dan suhu. Tujuan penelitian, penelitian ini melihat hubungan masa kerja, kelembaban dan suhu terhadap kelelahan subjektif pada pekerja pemecah batu di Desa Parida. Motode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional deskriptif, dengan desain cross sectional study. Metode kuantitatif yang dimaksud adalah kuesioner, alat mengukur suhu dan kelembaban menggunakan thermohygrometer dengan metode pembacaan langsung serta lembar pengukuran kelehanan metode subyektif (subjective feelings of fatigue). Lokasi penelitian di Desa Parida, Kecamatan Lasalepa yang dimulai bulan Maret 2022. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja < 5 tahun dengan kelelahan subyektif tinggi ada 1 orang (4,3%), dan masa kerja > 5 tahun dengan kelelahan subyektif tinggi ada 1 orang (10,0%), kelembaban tidak memenuhi syarat dengan kelelahan subyektif tinggi ada 2 titik (8,0%) dan kelembaban memenuhi syarat dengan kelelahan subyektif tinggi tidak ada (0,0%) sedangkan suhu suhu tidak memenuhi syarat dengan kelelahan subyektif tinggi ada 1 titik (3,6%) dan suhu memenuhi syarat dengan kelelahan subyektif tinggi ada 1 titik (20,0%). Kesimpulan: Hasil uji statistik masa kerja dengan kelelahan subyektif diperoleh p value adalah 0,715 dan hasil tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kelelahan subyektif pada pekerja pemecah batu dengan tingkat keeratan hubungan antara variabel tersebut diperoleh koefiesien φ (phi) adalah 0,141. Hasil uji statistik kelembaban dengan kelelahan subyektif diperoleh p value adalah 0,585 dan hasil tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara kelembaban dengan kelelahan subyektif pada pekerja pemecah batu dengan tingkat keeratan hubungan antara variabel diperoleh koefiesien φ (phi) adalah 0,177 sedangkan hasil uji statistik antara suhu dengan kelelahan subyektif diperoleh p value adalah 0,047 dan hasil tersebut menunjukkan ada hubungan antara suhu dengan kelelahan subyektif pada pekerja pemecah batu dengan tingkat keeratan hubungan antara antara variabel tersebut diperoleh koefiesien φ (phi) adalah 0,396. Diharapkan perlu ada pengaturan beban kerja dan memanfaatkan waktu istirahat seoptimal mungkin agar kelelahan kerja yang dirasakan bisa berkurang. Kata Kunci: Masa kerja, kelembaban dan suhu
Study Of Labor Fatigue In Loading And Unlocking Workers (TKBM) At Soekarno Hatta Sea Port Sri Syatriani Sri; A. Tilka Muftiah Rijal; Nunung Anggraini; Waode Alkamalia
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 2 No. 1 (2023): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak Latar Belakang: Kelelahan merupakan keadaan menurunnya kemampuan bertahannya tubuh, kehilangan efesiensi dalam bekerja, dan menurunnya produktivitas kerja. Data jaminan sosial tenaga kerja Sulawesi Selatan tercatat 900 kasus yang mengklaim jaminan kecelakaan kerja dan kelelahan kerja memberikan konstribusi sebesar 50% terhadap kecelakaan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelelahan kerja berdasarkan umur, masa kerja, status gizi, suhu udara, dan kebisingan pada TKBM pelabuhan laut Soekarno Hatta. Motode: Jenis penelitian adalah peneltiian deskriptif. Populasi penelitian adalah pekerja TKBM sebanyak 504 pekerja dengan sampel pekerja TKBM sebanyak 223 menggunakanteknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakanlembarkuesioner dan data dianalisisdengan analisi univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan umur dewasa, masa kerja lama, dan status gizi normal lebih banyak mengalami kelelahan tinggi yaitu masing-masing 123 orang (87.2%), 182 orang(84.3%), dan 159orang(87.4%).Kebisingan yang tidak memenuhi syarat lebih banyak mengalami kelelahan tinggi yaitu 115 orang (80,4%) dan suhuudara normal lebih banyak mengalamikelelahantinggi yaitu 132 orang(86,3%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian adalah terdapat kelelahan kerja tinggi berdasarkan umur, masa kerja, status gizi, kebisingan, dan suhu udara. Hiharapkan kepada perusahaan untuk lebih memperhatikan pekerja agar mengurangi kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas kerja, serta menerapkan pola hidup sehat dan lingkungan kerja yang kondusif bagi pekerja. Kata Kunci: Kelelahan kerja, lingkunganfisik, umur, masa kerja, status gizi

Page 1 of 4 | Total Record : 39