Latar Belakang: Gizi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas pekerja wanita, mengingat faktor fisiologis seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause yang mempengaruhi kebutuhan gizi mereka. Kekurangan zat gizi, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, dan protein, berisiko menurunkan kapasitas kerja dan produktivitas. Menurut WHO, sekitar 35% wanita di dunia mengalami anemia defisiensi zat besi, yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas kerja. Motode: Desain studi ini menggunakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA (Moher et al., 2015). Sumber data diperoleh melalui penelusuran pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "nutrition", "female workers", "work productivity", dan "health status". Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas hubungan antara status gizi dan produktivitas pekerja wanita, baik studi observasional maupun intervensi, serta publikasi yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Artikel yang tidak relevan, memiliki data tidak lengkap, atau tidak ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia dikeluarkan berdasarkan kriteria eksklusi. Hasil: bahwa kebutuhan gizi pekerja wanita mencakup berbagai unsur penting yang mendukung kesehatan dan produktivitas kerja, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, protein, asam folat, energi, dan karbohidrat. Wanita berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah saat menstruasi, yang dapat menurunkan produktivitas kerja (Nguyen et al., 2022). Kalsium dan vitamin D juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, terutama bagi pekerja yang jarang terpapar sinar matahari (Smith et al., 2021). Selain itu, protein berperan dalam mendukung sistem imun dan menjaga massa otot, yang sangat dibutuhkan oleh pekerja dengan aktivitas fisik tinggi (Johnson et al., 2021). Asam folat juga memiliki peran penting bagi wanita usia subur untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin (Lee & Kim, 2019). Terakhir, energi dan karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi pekerja dengan aktivitas tinggi, memastikan tubuh tetap bertenaga dan mendukung kinerja yang optimal. Kesimpulan: bahwa pemenuhan gizi yang baik bagi pekerja wanita sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko penyakit.NKekurangan gizi dapat menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko penyakit kronis, serta menyebabkan gangguan mental dan emosional. Status gizi yang buruk juga berhubungan dengan tingkat absensi yang tinggi, yang berdampak pada efisiensi dan keberlanjutan operasional di berbagai sektor pekerjaan. Perusahaan dan pemerintah perlu berperan aktif dalam menyediakan lingkungan kerja yang mendukung pola makan sehat dan edukasi gizi
Copyrights © 2025