Iklim tropis di Indonesia menyebabkan tingginya tingkat pelapukan kimiawi atau lateritisasi pada batuan ultrabasa menghasilkan pengkayaan unsur-unsur logam ekonomis diantaranya Fe, Ni, dan Co yang terakumulasi pada zona limonit maupun saprolit. Penelitian ini dilakukan di Pulau Sebuku yang didominasi oleh batuan ultramafik diantaranya adalah harsburgit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh derajat lateritisasi pada zona limonit, saprolit, dan batuan asal terhadap pengkayaan Fe, Ni, dan Co. Sebanyak 95 sampel diambil dari 9 lubang bor dianalisis menggunakan XRF untuk mengetahui unsur utama dan unsur ekonomis. Derajat lateritisasi dihitung dari kandungan SiO2 dibagi dengan akumulasi total SiO2, Al2O3, dan Fe2O3 atau S/SAF index menggambarkan intensitas dari reaksi kimia. Nilai terendah dari S/SAF index menunjukkan derajat lateritisasi yang lebih tinggi. Masing-masing zona limonit, saprolite, dan batuan dasar memiliki nilai indeks S/SAF berkisar dari 0,16–0,58 (lateritisasi kuat), 0,27-0,85 (lateritisasi sedang-kaolinisasi), dan 0,77-1,24 (batuan induk). Zona dengan derajat lateritisasi kuat mengandung kadar Fe antara 36-51%, Ni 0,80–1,38%, dan Co 0,07-1,17 %. Harsburgit mengandung kadar Fe 4,86–7,99 %, Ni 0,20-1,76 %, dan Co 0,005-0,015 %. Derajat lateritisasi di zona limonit lebih tinggi dibandingkan dengan zona saprolit dan batuan dasar harsburgit disebabkan oleh dekomposisi dari mineral silika, pembentukan mineral sekunder pembawa besi dan aluminium oksida-hidroksida. Derajat lateritisasi memiliki hubungan positif dengan pengkayaan Fe dan Co, tetapi tidak berkorelasi terhadap pengkayaan Ni.
Copyrights © 2024