cover
Contact Name
Febriyanto Pratama
Contact Email
jurnalpepb@gmail.com
Phone
+6287822956559
Journal Mail Official
jurnalpepb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal “Applied geo-mining and metallurgy”
ISSN : 30322022     EISSN : 31237495     DOI : https://doi.org/10.65706/gm.v2i2
Jurnal Applied Geo-Mining and Metallurgy (JAGEM) adalah jurnal ilmiah peer-review yang menerbitkan artikel penelitian asli, bermutu tinggi, dan inovatif di berbagai cabang teknologi geologi, pertambangan, metalurgi, dan ilmu kebumian terkait lainnya. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah ilmiah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, gagasan, serta terobosan aplikatif dalam bidang-bidang tersebut.
Articles 25 Documents
ANALISIS PERSENTASE LOSS ON IGNITION (LOI) TERHADAP LAYER LATERIT Fasya Zahra Fauziyyah Ramdani
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i1.11

Abstract

Loss on Ignation (LOI) adalah suatu parameter yang digunakan dalam salah satu analisa untuk mengetahui kadar air atau zat yang hilang saat pembakaran. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kadar air dan senyawa organik (% Organic Matter) yang terdapat pada tanah, lumpur dan limbah (waste). Perhitungan LOI dapat diketahui melalui perbandingan berat sampel sebelum dan sesudah tanah dibakar. Kehilangan berat tersebut hanya dapat diamati pada suhu di atas 4000C, perubahan berat tersebut disebabkan oleh kerusakan struktural pada bahan organik tanah dan hilangnya air dari mineral lempung (Hoogsteen, 2015). Pada penelitian kali ini, untuk mengetahui kadar LOI di layer limonit sebesar 10%-11%, saprolit 11%-13% dan bedrock 13%-16%. Perbandingan nilai LOI di setiap layer tidak dapat dijadikan sebagai justifikasi (judgement) untuk zona laterit secara menyeluruh. Hal tersebut disebabkan karena karakteristik material tanah di setiap daerah berbeda akibat dari proses pembentukan yang berbeda.
Advancements in Welding Technology: A Comprehensive Review of Techniques, Materials, and Applications Rahadian N
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jm6e4w53

Abstract

Welding is a critical process in engineering structure fabrication, and advancements in technology have enhanced its efficiency, quality, and safety. This paper presents a comprehensive review of the latest welding techniques, materials, and applications. It covers various processes like arc welding, laser welding, friction welding, and ultrasonic welding. Materials such as metals, plastics, and composites used in welding are discussed, alongside applications in aerospace, automotive, and construction industries. The future direction of welding technology and its impact on industry and society is also explored. The review begins with an overview of the evolution of welding techniques, including traditional methods like shielded metal arc welding and gas metal arc welding, as well as advanced techniques like laser welding and friction stir welding. Each technique's advantages, limitations, and application areas are examined, highlighting their effectiveness across industries. Furthermore, the paper discusses advancements in welding materials, such as high-strength alloys, composites, and specialized coatings. Their impact on weldability, mechanical properties, and corrosion resistance is evaluated, along with their applications in specific industries. The study also investigates a wide range of welding applications in automotive manufacturing, shipbuilding, oil and gas pipelines, and aerospace engineering. Specific requirements and challenges for each application are addressed, along with commonly used welding techniques and materials. In conclusion, this comprehensive review showcases significant advancements in welding technology and their implications for various industries. It underscores the importance of staying updated with the latest techniques and materials to optimize welding processes, improve product quality, and ensure the safety and reliability of welded structures. This paper serves as a valuable resource for researchers, engineers, and industry professionals seeking to enhance their understanding of welding technology and explore its vast potential in different applications.
Proyeksi Penurunan Emisi CO2 melalui Konversi Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik di Jawa Barat Mochamad Dinar
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i1.13

Abstract

The increasing economic growth will have an impact on increasing population mobility. The increase in population mobility, which generally still uses private vehicles both cars and motorcycles, results in an increase in CO2 emissions globally. This has an impact on climate change which has the potential to cause negative externalities that need to be followed up immediately. There are several efforts to reduce CO2 emissions in the transportation sector ranging from vehicle restrictions, improving public transportation facilities, and electrifying conventional vehicles. Based on several studies that have been conducted, it shows that vehicle electrification is the most appropriate step at this time to be able to immediately reduce CO2 emissions. Electric vehicles have been proven to produce lower CO2 emissions than conventional vehicles. Therefore, this study calculates CO2 emissions through the conversion of conventional vehicles to electric vehicles in West Java Province, which is the province with the largest population and vehicles in Indonesia. Based on the calculations carried out in this study using the 2006 IPCC method approach, the results showed a lower emission reduction of around 50% through the conversion of conventional vehicles to electric vehicles.
ANALISIS KESTABILAN LERENG TIMBUNAN PADA REDESIGN LERENG PASCA LONGSORAN JALAN HAULING PT X KM 78 DI KALIMANTAN TIMUR Hifni Muwaffaqi
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i1.14

Abstract

Kestabilan lereng merupakan isu kritis dalam industri pertambangan, terutama pada jalan hauling yang umumnya digunakan sebagai akses pengangkutan batubara ke tempat penumpukan (stockpile) dan mobilitas alat. PT X yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur memiliki infrastruktur jalan hauling sepanjang 90 kilometer (km). Pada Februari 2024 terjadi longsor di jalan hauling KM 78.500 arah kosongan, hasil investigasi geoteknik menunjukkan bahwa penyebab kelongsoran adalah adanya rembesan pada crest lereng, adanya genangan air pada kaki lereng, dan kurangnya maintenance pada lereng existing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng timbunan (counterweight) sebagai usaha remediasi lereng jalan hauling di PT X area KM 78.500. Desain counterweight yang direncanakan memiliki geometri kemiringan lereng tunggal 300, lebar lereng tunggal 15 meter, dan tinggi lereng tunggal 10 meter. Adapun pada lereng timbunan diberikan perkuatan berupa boulder dan kayu pancang untuk meningkatkan faktor keamanan lereng timbunan hingga 1.716.
IDENTIFIKASI TIPE CEBAKAN BIJIH DI AREA PIT ARS, PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA Abraham Brami Tangkawarow
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i1.15

Abstract

Pit ARS merupakan salah satu area penambangan emas milik PT J Resources Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Identifikasi tipe cebakan dan karakteristik mineralogi bijih daerah penelitian diperlukan untuk kepentingan pengembangan eksplorasi daerah sekitar dan ekstraksi bijih logam. Penelitian pada daerah penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik mineralogi bijih dan tipe cebakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi litologi dan alterasi, serta analisis mineragrafi. Litologi penyusun daerah penelitian terdiri dari breksi tuf, breksi diatrem, andesit, dan diorit. Alterasi yang berkembang berupa silisifikasi, advanced argillic, argilik, dan propilitik. Analisis mineragrafi dilakukan terhadap 16 sampel, sehingga didapatkan mineral berupa pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, enargit, luzonit, dan kovelit dengan teksturnya masing-masing. Tipe cebakan pada daerah penelitian adalah epithermal high sulfidation dengan kedalaman menengah (500-1000 m).
POTENSI NIKEL LATERIT SERTA KORELASI ANTARA Ni DENGAN MgO, Fe, Co, DAN SiO2, DI DAERAH ROUTA, SULAWESI TENGGARA Ajeng Putri Maharani Herpito
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.18

Abstract

Batuan ultramafik dijumpai secara luas di Routa, Sulawesi Tenggara. Nikel laterit terbentuk sebagai hasil lapukan dari batuan ultramafik. Batuan ultramafik merupakan batuan yang kaya akan mineral olivine, klinopiroksen, dan orthopiroksen. Metode yang digunakan pengeboran untuk mendapatkan sampel, analisis laboratorium, analisis geomorfologi, dan analisis statistik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan geomorfologi dengan ketebalan endapan laterit dan mengetahui sebaran kadar Ni, MgO, Fe, Co dan SiO2 pada endapan laterit serta korelasi antara Ni dengan MgO, Fe, Co dan SiO2. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi dua, yaitu satuan perbukitan denudasional agak curam dan satuan perbukitan struktural tinggi curam. Batuan dasar daerah penelitian yaitu batuan harzburgit. Berdasarkan hasil penelitian ketebalan endapan laterit berkembang pada kemiringan lereng 8o – 16o (agak curam) dan profil endapan laterit di daerah penelitian terdiri dari transported limonite, limonite, saprolite, dan bedrock. Rata-rata unsur Ni tertinggi pada daerah penelitian berkembang pada kemiringan lereng curam pada lapisan limonite 1,16% dengan ketebalan 14,6 meter maupun pada lapisan saprolite 1,21% dengan ketebalan 7,21 meter. Hasil korelasi Ni terhadap Fe rendah, Ni terhadap MgO rendah, Ni terhadap Co sedang, dan Ni terhadap SiO2 sangat rendah. Hasil analisis regresi linear berganda MgO dan Co berpengaruh terhadap Ni.
Pengaruh Persen Lolos Terhadap Konsumsi Sianida di PT Indo Muro Kencana Hassna Habibah
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.19

Abstract

PT Indo Muro Kencana adalah perusahaan pertambangan emas di Indonesia yang menggunakan proses sianidasi untuk memisahkan emas dari batuan bijih. Konsumsi sianida dalam proses ini adalah salah satu faktor penting yang harus diawasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persen lolos berdampak pada konsumsi sianida di PT Indo Muro Kencana. Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen dengan rancangan kelompok acak. Variasi persen lolos, yaitu P75, P80, P85, dan P90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara persen lolos dan konsumsi sianida dimana penggunaan sianida pada P75 sampai P85 terus meningkat, tetapi pada P90 konsumsi sianida menurun. Ini disebabkan oleh emas mungkin sudah terliberasi secara maksimal dari mineral pembawanya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa persen lolos merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi konsumsi sianida dalam proses sianidasi. PT Indo Muro Kencana dapat mengurangi konsumsi sianida dan dampak lingkungannya dengan mengatur persen lolos yang ideal.
Derajat Lateritisasi dan Pengkayaan Fe-Ni-Co Pada Batuan Harsburgitdi Pulau Sebuku Kalimantan Selatan Fasya Zahra Fauziyyah Ramdani
Journal PEP Bandung Vol 1 No 1 (2024): Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v1i1.20

Abstract

Iklim tropis di Indonesia menyebabkan tingginya tingkat pelapukan kimiawi atau lateritisasi pada batuan ultrabasa menghasilkan pengkayaan unsur-unsur logam ekonomis diantaranya Fe, Ni, dan Co yang terakumulasi pada zona limonit maupun saprolit. Penelitian ini dilakukan di Pulau Sebuku yang didominasi oleh batuan ultramafik diantaranya adalah harsburgit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh derajat lateritisasi pada zona limonit, saprolit, dan batuan asal terhadap pengkayaan Fe, Ni, dan Co. Sebanyak 95 sampel diambil dari 9 lubang bor dianalisis menggunakan XRF untuk mengetahui unsur utama dan unsur ekonomis. Derajat lateritisasi dihitung dari kandungan SiO2 dibagi dengan akumulasi total SiO2, Al2O3, dan Fe2O3 atau S/SAF index menggambarkan intensitas dari reaksi kimia. Nilai terendah dari S/SAF index menunjukkan derajat lateritisasi yang lebih tinggi. Masing-masing zona limonit, saprolite, dan batuan dasar memiliki nilai indeks S/SAF berkisar dari 0,16–0,58 (lateritisasi kuat), 0,27-0,85 (lateritisasi sedang-kaolinisasi), dan 0,77-1,24 (batuan induk). Zona dengan derajat lateritisasi kuat mengandung kadar Fe antara 36-51%, Ni 0,80–1,38%, dan Co 0,07-1,17 %. Harsburgit mengandung kadar Fe 4,86–7,99 %, Ni 0,20-1,76 %, dan Co 0,005-0,015 %. Derajat lateritisasi di zona limonit lebih tinggi dibandingkan dengan zona saprolit dan batuan dasar harsburgit disebabkan oleh dekomposisi dari mineral silika, pembentukan mineral sekunder pembawa besi dan aluminium oksida-hidroksida. Derajat lateritisasi memiliki hubungan positif dengan pengkayaan Fe dan Co, tetapi tidak berkorelasi terhadap pengkayaan Ni.
PERBANDINGAN EKSTRAKSI NIKEL NON-SULFIDA DENGAN TEKNIK SULFIDASI DALAM UPAYA PENINGKATAN EKSTRAKSI NIKEL PADA CRUDE Muhamad Ismatulloh
Journal PEP Bandung Vol 2 No 2 (2025): Journal Applied Geo-mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstraksi nikel menggunakan metode non-sulfida dan sulfidasi pada bijih nikel mentah (crude). Proses ekstraksi dilakukan pada tungku smelter 5, 6, 7, dan 8 yang menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku 5 dan 6 menghasilkan ferronikel dengan kadar rendah (low-grade ferronickel). Sementara itu, pada tungku 7 dan 8 yang ditambahkan sulfur (proses sulfidasi) berhasil membentuk nikel sulfida (Ni3S2). Perbandingan ini mengindikasikan bahwa penambahan sulfur dalam proses ekstraksi dapat meningkatkan pembentukan senyawa nikel yang lebih spesifik, namun perlu evaluasi lebih lanjut terkait efisiensi dan dampak lingkungan dari kedua metode tersebut.
PERBEDAAN TEKNIK SULFIDASI PADA PT X DENGAN PT VALE TBK DALAM UPAYA PENINGKATAN EKSTRAKSI NIKEL PADA CRUDE MUHAMAD ISMATULLOH; Fahny Ardian; Gabriel Ricardo Ananda Putra
Journal PEP Bandung Vol 2 No 1 (2025): Journal Applied Geo-Mining and Metallurgy
Publisher : PEP Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65706/gm.v2i1.22

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis komparatif terhadap teknik sulfidasi yang diterapkan di PT X dan PT Vale Tbk untuk meningkatkan ekstraksi nikel dari bahan mentah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendekatan yang signifikan di kedua perusahaan. PT X menambahkan serbuk sulfur selama proses tapping pada tungku 7 dan 8, sedangkan PT Vale Tbk menggunakan kombinasi HSFO dan sulfur cair dalam rotary kiln selama tahap kalsinasi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata dalam tingkat pemulihan nikel, dengan PT Vale Tbk mencapai rata-rata persentase nikel yang lebih tinggi sebesar 28,00% dibandingkan dengan 23,24% di PT X. Studi ini menggarisbawahi pengaruh signifikan teknik sulfidasi terhadap efisiensi ekstraksi nikel dan menyoroti potensi untuk optimasi lebih lanjut.

Page 1 of 3 | Total Record : 25