Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstraksi nikel menggunakan metode non-sulfida dan sulfidasi pada bijih nikel mentah (crude). Proses ekstraksi dilakukan pada tungku smelter 5, 6, 7, dan 8 yang menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku 5 dan 6 menghasilkan ferronikel dengan kadar rendah (low-grade ferronickel). Sementara itu, pada tungku 7 dan 8 yang ditambahkan sulfur (proses sulfidasi) berhasil membentuk nikel sulfida (Ni3S2). Perbandingan ini mengindikasikan bahwa penambahan sulfur dalam proses ekstraksi dapat meningkatkan pembentukan senyawa nikel yang lebih spesifik, namun perlu evaluasi lebih lanjut terkait efisiensi dan dampak lingkungan dari kedua metode tersebut.
Copyrights © 2025