Penelitian ini berfokus pada penggunaan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) dalam pemantauan deformasi massa batuan di tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah dengan kelas massa batuan yang rendah sering menghadapi tantangan geoteknik secara signifikan yang dapat mempengaruhi kestabilan dan keamanan operasi penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dan keandalan teknologi LIDAR melalui penggunaan instrumen Geotech Monitoring Lidar (GML) dalam pemantauan deformasi massa batuan di salah satu tambang bawah tanah PT XYZ yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa GML mampu memberikan data deformasi massa batuan dengan tingkat akurasi tinggi. Instrumen ini mampu menghasilkan data dalam bentuk point cloud yang memungkinkan analisis mendalam terhadap perubahan geometri dan deformasi massa batuan. Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan GML pada area penelitian, besar dan laju deformasi di area lubang bukaan horizontal (bottom chamber) dinyatakan relatif stabil menurut Cording (1974), Ground Control Management Plan (GCMP) PT XYZ, dan Zhenxiang (1984). Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan GML, terutama dalam pemantauan lubang bukaan vertikal seperti vertical raise. Untuk mengatasi keterbatasan ini, peneliti merekomendasikan penggunaan instrumen C-ALS (Cavity Auto Scanning Laser) sebagai alternatif yang lebih efektif dalam menganalisis stabilitas lubang bukaan vertical raise. C-ALS memungkinkan pemantauan konvergensi yang penting untuk mengevaluasi stabilitas raise dengan lebih akurat. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa teknologi LIDAR memiliki potensi besar dalam pemantauan deformasi massa batuan di tambang bawah tanah. Namun, pemilihan instrumen yang sesuai dengan jenis lubang bukaan yang diteliti adalah langkah penting untuk memastikan pemantauan deformasi dan stabilitas yang akurat. Pemantauan yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keamanan dan efisiensi operasi penambangan, khususnya dalam tambang bawah tanah dengan kelas massa batuan yang rendah. Dengan terus memperbaiki dan mengembangkan teknologi LIDAR serta instrumen pemantauannya, industri pertambangan dapat lebih efektif mengelola risiko dan meningkatkan operasi tambang bawah tanah.
Copyrights © 2024