Analisis implementasi metode adjustment data Unmanned Aerial Vehicle terhadap Terestrial Laser Scanner dilakukan di Pit B Rawa Selatan, PT Mandala Karya Prima, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Selantan. Berdasarkan kondisi aktual yang ada, pengambilan data situasi pit membutuhkan waktu 2-3 hari dengan hasil yang kurang maksimal. Hal ini didukung dengan data pada Bulan September hingga Oktober 2023 bahwa masih terdapat 16,17% area yang tidak terjangkau oleh TLS. Sehingga, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis metode adjustment untuk melengkapi kekurangan data dan mempersingkat waktu pengolahan. Masalah berikutnya yaitu data UAV tidak dapat langsung digunakan untuk melengkapi kekurangan data karena adanya perbedaan elevasi terhadap TLS. Standar toleransi elevasi mengacu pada SOP PT MIP yaitu sebesar 30mm. Sebelum dilakukan metode adjustment, rata-rata perbedaan elevasi antara data UAV dengan TLS sebesar 0,621 m. Kemudian, dilakukan adjustment menggunakan fitur Multi Station Adjustment (MSA) pada software Riscan Pro. Setelah dilakukan adjustment, didapatkan hasil rata-rata perbedaan elevasi sebesar 28mm berdasarkan hasil MSA dan sampling. Selain itu, dengan menggunakan kombinasi data UAV dan TLS terdapat peningkatan cakupan area pit dari sebelumnya hanya sebesar 83,3% menjadi 99,927%. Keuntungan lain dari penggunaan metode ini yaitu kemudahan dalam proses pengolahan data dan mempersingkat waktu pengambilan data menjadi hanya 1 hari.
Copyrights © 2024