Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas peralihan jalan angkut yang diterapkan di PT Satria Bahana Sarana dengan membandingkan produktivitas alat angkut pada tiga periode operasional, yaitu musim kering (November–Desember 2024), musim hujan (Januari–Februari 2025), dan masa transisi jalan (Maret–April 2025). Tingginya intensitas curah hujan pada musim hujan menimbulkan berbagai kendala operasional, seperti genangan air, permukaan jalan yang licin, serta geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar teknis, yang berdampak pada penurunan produktivitas alat angkut dan terganggunya aliran kas perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perencanaan ulang jalan angkut dengan mengacu pada ketentuan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis data waktu edar (cycle time) serta perhitungan biaya kepemilikan dan operasional alat. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan jalur jalan angkut berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kestabilan arus kas perusahaan. Dengan demikian, perencanaan geometri jalan yang tepat terbukti efektif dalam meminimalkan dampak negatif musim hujan terhadap kelancaran operasional pertambangan.
Copyrights © 2025