Pendidikan tinggi menghadapi tantangan berupa ketidakmerataan akses, kualitas yang belum optimal, dan minimnya infrastruktur digital, yang memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap penjaminan mutu dan keberlanjutan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 86 mahasiswa aktif yang dipilih secara acak melalui kuesioner berbasis skala Likert. Hasil menunjukkan mahasiswa mengapresiasi inovasi pengajaran dan kualitas pembelajaran, meskipun infrastruktur pendukung seperti akses internet dinilai kurang memadai. Hubungan dosen-mahasiswa cukup baik, namun akses konsultasi akademik masih menjadi kendala. Kesimpulannya, pendekatan terpadu dengan pembelajaran berkualitas, fasilitas memadai, dan hubungan akademik yang kuat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Temuan ini menawarkan rekomendasi strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan layanan pendidikan.
Copyrights © 2025