This research aims to reveal the meaning of denotation. connotations and myths contained in the poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti" by Nizar Qabbani using Roland Barthes' semiotic approach. The method used is a qualitative descriptive method based on the main document , namely the poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti". The results obtained in this study show the existence of semiotic dictionaries contained in poetry using the meaning of denotation, connotation and myth. Denotationally, the poet wants to express his love for a woman he loves. So that there is no other woman who is loved except she is the only one. As for the meaning of the connotation, the poet felt love and affection only for the woman, so he did not want to lose her. The mythical stages contained in the poem are in the form of the poet's expression that when a person has found the right woman, the desire to let go no longer exists, he will continue to guard and always want to be by her side. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna denotasi. konotasi dan mitos yang terdapat dalam syair “Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti” Nizar Qabbani menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif berlandaskan dokumen utama yaitu syair “Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti”. Adapun hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan adanya diksi-diksi semiotik yang terdapat pada syair dengan menggunakan makna denotasi, konotasi dan mitos. Secara denotasi, penyair ingin mengungkapkan rasa cintanya kepada seorang perempuan yang disayanginya. Sehingga tidak ada perempuan lain yang dicintai kecuali hanya dia seorang. Adapun makna konotasi, penyair merasakan cinta dan kasih sayang hanya pada perempuan tersebut, sehingga dia tidak ingin kehilangan wanita tersebut. Tahapan mitos yang terdapat dalam syair berupa ungkapan penyair bahwa ketika seseorang sudah menemukan perempuan yang tepat maka keinginan melepaskan tidak ada lagi, dia akan terus menjaga dan selalu ingin berada disampingnya.
Copyrights © 2025