cover
Contact Name
Akmal Fajri
Contact Email
akmalfajri11@gmail.com
Phone
+6285277368920
Journal Mail Official
admin@pusakacendekia.org
Editorial Address
Jl. Tgk Chik No.16, Beurawe, Kec. Kuta Alam, Kab. Kota Banda Aceh.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia
ISSN : -     EISSN : 31096891     DOI : https://doi.org/10.65427/puscen.vi1i
Aims Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia is a leading peer-reviewed and open-accsess journal on Linguistic and literary studies in the world, which publishes scholarly works of researchers and scholars from around the world, and specializes in the Language and Literature. This journal is published by Pusaka Cendekia Indonesia Foundation Banda Aceh. Focus Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia focuses on pubishing the highest quality scientifiec articles emphasizing linguistic and literature issues with interdisicplinary and multidisciplinary approaches. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of languange and literature around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. Scope Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia encompasses original research articles, review articles, and short communications, that deal with development issues Language and literature. scope Including: Linguistic, Literature, History, Culture, and Philology.
Articles 16 Documents
The Relationship of Icon, Indices and Symbols in The Comic Al-Sindibād Al- Baḥrī by ‘Abd Al-Jabbār Nāṣir Semiotic Review of Charles Sanders Pierce: Relasi Ikon, Indeks Dan Simbol Dalam Komik Al-Sindibād Al-Baḥrī Karya ‘Abd Al-Jabbār Nāṣir (Tinjauan Semiotika Charles Sanders Peirce) Izzatul Jannah; Zulkhairi; Chairunnisa Ahsana AS
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.1

Abstract

The aim of this research is to understand the semiotic meaning contained in the triangle symbol in the comic story "Al-Sindibād Al-Baḥrī" by 'Abd Al- Jabbār Nāṣir. The method used in this research is a qualitative descriptive method, which describes the story and analyzes it using semiotic theory, specifically using the semiotics approach of Charles Sanders Peirce. Among the findings I obtained is that signs (icons, indices, and symbols) are included in the story, and all of them convey the meaning of adventure within it. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna semiotika yang terkandung dalam tanda segitiga dalam cerita komik “Al-Sindibād Al-Baḥrī” karya ‘Abd Al-Jabbār Nāṣir. Metode yang digunakan di dalamnya adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan cerita dan menganalisisnya menggunakan teori semiotika dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Di antara temuan yang saya peroleh adalah bahwa tanda-tanda (ikon, indeks dan simbol) disertakan dalam cerita, dan semuanya memberi makna petualangan di dalamnya.
The Effectiveness of Language Games in Enhancing Arabic Language Skills: A Linguistic Study at Gontor Islamic Boarding School 8, Aceh: Efektivitas Permainan Bahasa dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Arab: Sebuah Studi Linguistik di Pondok Pesantren Gontor 8 Aceh Anshar Zulhelmi
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.2

Abstract

This study examines the effectiveness of language games in enhancing Arabic language skills at Gontor Islamic Boarding School 8 in Aceh. The research employs a procedural approach, where the researcher designs and implements language games directly in the classroom. Pre- and post-tests were administered to assess students' proficiency in Arabic, with data also collected through observations and student feedback. The results indicate a significant improvement in students' Arabic language skills, particularly in speaking and listening, after the intervention. The average pre-test score was 28.33, while the post-test score increased to 72.5, showing a marked improvement in academic performance. Observations revealed that students were more engaged and motivated during the lessons that incorporated language games, supporting the idea that these games stimulate student participation and enthusiasm for learning. This study highlights the positive impact of language games in increasing student engagement, enhancing motivation, and improving language acquisition outcomes. The findings suggest that language games are an effective tool for teaching Arabic and can be integrated into the curriculum to improve students' linguistic skills. Further research is recommended to explore the long-term effects and how different types of language games impact specific language learning areas. Penelitian ini mengkaji efektivitas permainan bahasa dalam meningkatkan keterampilan bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor 8 di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan prosedural, di mana peneliti merancang dan menerapkan permainan bahasa secara langsung di dalam kelas. Pre-test dan post-test dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam bahasa Arab, dengan data juga dikumpulkan melalui observasi dan umpan balik dari siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan bahasa Arab siswa, terutama dalam berbicara dan mendengarkan, setelah intervensi. Skor rata-rata pre-test adalah 28,33, sementara skor post-test meningkat menjadi 72,5, menunjukkan peningkatan yang jelas dalam kinerja akademik. Observasi mengungkapkan bahwa siswa lebih terlibat dan termotivasi selama pelajaran yang melibatkan permainan bahasa, mendukung ide bahwa permainan ini merangsang partisipasi siswa dan antusiasme dalam belajar. Penelitian ini menyoroti dampak positif permainan bahasa dalam meningkatkan keterlibatan siswa, meningkatkan motivasi, dan memperbaiki hasil perolehan bahasa. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan bahasa adalah alat yang efektif untuk mengajar bahasa Arab dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dan bagaimana berbagai jenis permainan bahasa mempengaruhi area pembelajaran bahasa tertentu
Roland Barthes' Semiotic Representation In The Poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti" By Nizar Qabbani: Representasi Semiotika Roland Barthes Dalam Syair “Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti” Karya Nizar QabbaniRoland Barthes' Semiotic Representation In The Poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti" By Nizar Qabbani Rahma Salbiah
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.3

Abstract

This research aims to reveal the meaning of denotation. connotations and myths contained in the poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti" by Nizar Qabbani using Roland Barthes' semiotic approach. The method used is a qualitative descriptive method based on the main document , namely the poem "Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti". The results obtained in this study show the existence of semiotic dictionaries contained in poetry using the meaning of denotation, connotation and myth. Denotationally, the poet wants to express his love for a woman he loves. So that there is no other woman who is loved except she is the only one. As for the meaning of the connotation, the poet felt love and affection only for the woman, so he did not want to lose her. The mythical stages contained in the poem are in the form of the poet's expression that when a person has found the right woman, the desire to let go no longer exists, he will continue to guard and always want to be by her side.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna denotasi. konotasi dan mitos yang terdapat dalam syair “Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti” Nizar Qabbani menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif berlandaskan dokumen utama yaitu syair “Asyhadu An Laa Imroata Illa Anti”. Adapun hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan adanya diksi-diksi semiotik yang terdapat pada syair dengan menggunakan makna denotasi, konotasi dan mitos. Secara denotasi, penyair ingin mengungkapkan rasa cintanya kepada seorang perempuan yang disayanginya. Sehingga tidak ada perempuan lain yang dicintai kecuali hanya dia seorang. Adapun makna konotasi, penyair merasakan cinta dan kasih sayang hanya pada perempuan tersebut, sehingga dia tidak ingin kehilangan wanita tersebut. Tahapan mitos yang terdapat dalam syair berupa ungkapan penyair bahwa ketika seseorang sudah menemukan perempuan yang tepat maka keinginan melepaskan tidak ada lagi, dia akan terus menjaga dan selalu ingin berada disampingnya.          
Orientalist Discourse In Najib Mahfouzh’s Short Story Finjanu-Shay, Analysis Of Orientalism by Edward W. Said: Wacana Orientalis Dalam Cerpen Finjanu-Shay  Karya Najib Mahfouzh Analisis Orientalisme Edward W. Said Al Farahil A'la Rahil
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.4

Abstract

Postcolonial discourse not only discusses the colonial past, but also examines how colonial heritage continues to shape the perspective and culture of people in former colonial countries. This study examines how traces of colonialism are present in literary works through the analysis of the short story Finjanu-Shay by Naguib Mahfouz. Using Edward Said's theory of orientalism as a theoretical foundation, this study uncovers how Western ideologies and values, such as capitalism and socialism, are represented as the standard of civilization, while the East is portrayed as inferior and backward. Through character symbolization and narrative metaphors, Mahfouz criticizes the dominance of Western culture that has been internalized in Eastern society. The results of the study show that today's colonialism no longer takes place through physical colonialism, but through cultural discourse and hegemony that continues to live in the postcolonial world order. Diskursus pascakolonial tidak hanya membahas masa lalu kolonial, tetapi juga mengkaji bagaimana warisan kolonial terus membentuk cara pandang dan budaya masyarakat di negara-negara bekas jajahan. Penelitian ini mengkaji bagaimana jejak kolonialisme hadir dalam karya sastra melalui analisis cerpen Finjanu-Shay karya Naguib Mahfouz. Dengan menggunakan teori orientalisme dari Edward Said sebagai landasan teoritis, penelitian ini mengungkap bagaimana ideologi dan nilai-nilai Barat, seperti kapitalisme dan sosialisme, direpresentasikan sebagai standar peradaban, sementara Timur digambarkan sebagai inferior dan tertinggal. Melalui simbolisasi tokoh dan metafora naratif, Mahfouz mengkritik dominasi budaya Barat yang telah terinternalisasi dalam masyarakat Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme masa kini tidak lagi berlangsung melalui penjajahan fisik, tetapi melalui wacana dan hegemoni budaya yang terus hidup dalam tatanan dunia pascakolonial
Stylistics In The Arabic Tradition Nazm Theory According To Al-Jahidz, Al-Khattibiy, Al-Baqillaniy And Al-Jurjaniy: Stilistika Dalam Tradisi Arabteori Naz{M  Menurut Al-Jahidz, Al-Khattibiy, Al-Baqillaniy Dan Al-Jurjaniy Irwan Mus Muslim
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.5

Abstract

This paper aims to explain how Stylistics in the Arabic Tradition, especially regarding the theory  of naz}m developed by al-Jahidz, al-Khattibiy, al-Baqillaniy and Abdul Qa>hir al-Jurja>ni. This theory is considered one of the theories of literary criticism that is still used today. The naz}m  theory  developed by them is a combination of the existing theories of nahwu and balaghah. In this case they imply that in order to truly understand the concept of naz}m theory  , one is required to have in-depth knowledge in the study of language (linguistics) and also a broad knowledge of poetry and literature. So that what they mean about the theory of  nazm and the beauty of literature can be conveyed and understood well. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana Stilistika dalam Tradisi Arab khususnya mengenai teori nazm yang dikembangkan oleh al-Jahidz, al-Khattibiy, al-Baqillaniy  dan Abdul Qahir al-Jurjani. Teori ini dianggap sebagai salah satu teori kritik sastra yang masih digunakan hingga saat ini. Teori naz}m  yang dikembangkan oleh mereka ini merupakan kombinasi dari teori-teori nahwu dan balaghah yang sudah ada. Dalam hal ini mereka menyaratkan bahwa untuk benar-benar memahami konsep teori naz}m ini, seseorang dituntut untuk memiliki pengetahuan yang mendalam dalam kajian Bahasa (linguistik) dan serta pengetahuan yang luas tentang syair dan kesastraan. Sehingga apa yang dimaksudkan oleh mereka mengenai teori nazm dan keindahan dalam bersastra dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik.
Rhetorical Study of Ideological Representation in Public Discourse: A Critical Analysis of Socio-Cultural Discourse: Studi Retorika Atas Representasi Ideologi Dalam Wacana Masyarakat: Analisis Kritis Terhadap Diskursus Sosial Budaya Akmal Fajri
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i1.6

Abstract

This study examines rhetoric as a medium of ideological representation in public discourse, focusing on Anies Baswedan's speech delivered at the Gadjah Mada University (UGM) Campus Mosque in the month of Ramadan. Rhetoric, both in the classical Arabic tradition (al-balāghah) and in the modern context, is understood not only as the art of speech, but also as an instrument for shaping social meaning, defending or challenging ideology, and reproducing symbolic power. In contemporary society, public discourse serves as a strategic arena in the formation of collective consciousness and social legitimacy. This study uses the three-dimensional Critical Discourse Analysis (CDA) approach from Norman Fairclough: text analysis, discourse practice, and social practice. The method used is qualitative-descriptive with the main data in the form of transcripts and video documentation of speeches. Data collection techniques are carried out through documentation and literature studies, while analysis is carried out in three stages: linguistic description, interpretation of the context of discourse production and consumption, and socio-ideological explanation. The results of the study show that Anies Baswedan's speech contains rhetorical strategies that represent religious values, education, and integrity, and succeed in combining academic and socio-cultural symbolic spaces as a means of ideological legitimacy and the formation of collective perceptions. These findings confirm that rhetoric in public discourse plays an important role in the production and distribution of ideology in society. Penelitian ini mengkaji retorika sebagai medium representasi ideologi dalam wacana publik, dengan fokus pada pidato Anies Baswedan yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada bulan Ramadhan. Retorika, baik dalam tradisi klasik Arab (al-balāghah) maupun dalam konteks modern, tidak hanya dipahami sebagai seni berbicara, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk makna sosial, mempertahankan atau menantang ideologi, serta mereproduksi kekuasaan simbolik. Dalam masyarakat kontemporer, wacana publik berfungsi sebagai arena strategis dalam pembentukan kesadaran kolektif dan legitimasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model tiga dimensi dari Norman Fairclough: analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan data utama berupa transkrip dan dokumentasi video pidato. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan analisis dilakukan dalam tiga tahap: deskripsi linguistik, interpretasi konteks produksi dan konsumsi wacana, serta eksplanasi sosial-ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Anies Baswedan mengandung strategi retoris yang merepresentasikan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan integritas, serta berhasil menggabungkan ruang simbolik akademik dan sosial budaya sebagai sarana legitimasi ideologis dan pembentukan persepsi kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa retorika dalam wacana publik memainkan peran penting dalam produksi dan distribusi ideologi dalam masyarakat.
The Role of Arabic in Increasing Local Tourism Attraction in Aceh: Peran Bahasa Arab dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata Lokal di Aceh Muhammad Darda; Akmal Fajri
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i2.8

Abstract

This study aims to analyze the strategic role of the Arabic language in enhancing the appeal of local tourism in Aceh, particularly in the development of halal tourism. The research method used is descriptive qualitative with a library research approach. Data were obtained from various scholarly sources, including journals, books, articles, and official documents. The findings show that the use of Arabic in tourism promotion, services, and communication can improve the comfort and trust of Muslim tourists, especially from Arabic-speaking countries. One of the regions with significant potential for developing Islamic tourism in Aceh is Subulussalam City. With religious sites such as the tomb of Sheikh Hamzah Fansuri and the Grand Mosque of Subulussalam, the city has an opportunity to emerge as an alternative halal tourism destination. However, the limited Arabic proficiency among local tourism actors remains a key challenge. Therefore, integrating Arabic into vocational education, providing industry-based training, and developing Arabic-language digital promotional media are necessary to support Aceh including Subulussalam as a leading halal tourism destination in Southeast Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis bahasa Arab dalam meningkatkan daya tarik pariwisata lokal di Aceh, khususnya dalam konteks pengembangan wisata halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, seperti jurnal akademik, buku, artikel, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Arab dalam promosi, pelayanan, dan komunikasi pariwisata dapat meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan wisatawan Muslim, terutama dari negara-negara berbahasa Arab. Salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata religi di Aceh adalah Kota Subulussalam. Dengan keberadaan situs-situs Islam seperti makam Syekh Hamzah Fansuri dan Masjid Agung Subulussalam, kota ini memiliki peluang menjadi destinasi wisata halal alternatif. Namun, keterbatasan penguasaan bahasa Arab di kalangan pelaku wisata lokal masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan integrasi bahasa Arab dalam pendidikan vokasi, pelatihan industri, serta pengembangan media promosi digital berbahasa Arab guna mendukung posisi Aceh, termasuk Subulussalam, sebagai destinasi wisata halal unggulan di Asia Tenggara.    
Challenges in Teaching Arabic to Early Childhood Learners: Pedagogical and Psycholinguistic Perspectives: Tantangan dalam Pengajaran Bahasa Arab kepada Peserta Didik Usia Dini: Perspektif Pedagogis dan Psikolinguistik Arum Rahmatika; Isop Syafe'i
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i2.10

Abstract

This study aims to examine the challenges of teaching Arabic to young learners at the elementary school level from pedagogical and psycholinguistic perspectives. The research employs a library research method combined with content analysis of relevant literature on Arabic language teaching, pedagogy, and psycholinguistics. The findings reveal that the challenges can be classified into two main dimensions. From a pedagogical perspective, the major issues include overloaded curricula, monotonous traditional methods, limited teacher competence, and the lack of interactive learning media. From a psycholinguistic perspective, the challenges involve children’s cognitive development, low motivation, mother tongue interference, and language anxiety. The discussion emphasizes the need for an integrative approach that combines pedagogical and psycholinguistic strategies, such as curriculum redesign, communicative teaching methods, digital technology integration, and the creation of enjoyable learning environments. The study concludes that the effectiveness of Arabic language learning at the elementary level can be improved by aligning cognitive, affective, and social aspects of learners Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika pengajaran bahasa Arab pada anak usia dasar dengan menggunakan perspektif pedagogis dan psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan analisis isi terhadap literatur terkait pengajaran bahasa Arab, teori pedagogi, dan psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran mencakup dua dimensi utama. Dari sisi pedagogis, kendala utama meliputi kurikulum yang padat, metode tradisional yang membosankan, keterbatasan kompetensi guru, serta kurangnya media pembelajaran interaktif. Dari sisi psikolinguistik, tantangan mencakup perkembangan kognitif anak, rendahnya motivasi, interferensi bahasa ibu, serta kecemasan berbahasa. Diskusi lebih lanjut menegaskan perlunya pendekatan integratif yang menggabungkan strategi pedagogis dan psikolinguistik, seperti redesain kurikulum, penggunaan metode komunikatif, pemanfaatan teknologi digital, dan penciptaan lingkungan belajar yang menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran bahasa Arab pada anak usia dasar dapat ditingkatkan dengan memperhatikan keselarasan antara aspek kognitif, afektif, dan sosial siswa.
Qualitative Analysis of the Effectiveness of the Communicative Learning Model in Arabic Language Instruction: Analisis Kualitatif Terhadap Efektivitas Model Pembelajaran Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Muflihah Az-Zahra; Isop Syafe'i
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i2.11

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the communicative learning model in improving students’ communicative competence, particularly in the aspects of maharah kalām (speaking skills) and maharah istimā’ (listening skills) in Arabic language learning. It also seeks to describe how the communicative model is implemented in the classroom and to identify the supporting and inhibiting factors that influence its effectiveness. In addition, this study attempts to explore teachers’ and students’ perceptions of the application of the communicative approach as part of efforts to enhance the quality of Arabic language learning. This research employs a qualitative approach using a library study design supported by primary data obtained from classroom observations, interviews with teachers and students, as well as documentation of learning instruments and classroom activities. Secondary data were collected from theories of Communicative Language Teaching (CLT), textbooks, and relevant previous studies. The data analysis procedures include data reduction, data display, interpretation of findings, and systematic conclusion drawing to obtain a comprehensive overview of the effectiveness of the communicative model in the context of Arabic language learning. The findings reveal that the communicative learning model is effective in improving students’ speaking and listening abilities through activities such as pair work, role-play, language games, group discussions, and the use of contextual media. Students became more confident, active, and able to comprehend meaning in real-life contexts. Both teachers and students demonstrated positive perceptions of this approach as it is more engaging and relevant to communicative needs. However, its effectiveness is influenced by limited vocabulary, feelings of shyness, language anxiety, inadequate learning facilities, and differences in students’ abilities, thereby requiring appropriate differentiation strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran komunikatif dalam meningkatkan kemampuan komunikatif peserta didik, terutama dalam aspek maharah kalām dan maharah istimā’ pada pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini juga bertujuan menggambarkan bagaimana implementasi model komunikatif diterapkan di kelas, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilannya. Selain itu, penelitian ini berupaya memahami persepsi guru dan peserta didik terhadap penerapan pendekatan komunikatif sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka yang diperkuat data primer dari observasi kegiatan pembelajaran, wawancara guru dan peserta didik, serta dokumentasi perangkat dan aktivitas kelas. Data sekunder diperoleh dari teori-teori Communicative Language Teaching (CLT), buku ajar, dan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Prosedur analisis mencakup reduksi data, penyajian data, interpretasi temuan, serta penarikan kesimpulan secara sistematis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas model komunikatif dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran komunikatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan menyimak peserta didik melalui aktivitas berpasangan, role-play, permainan bahasa, diskusi kelompok, dan penggunaan media kontekstual. Peserta didik menjadi lebih percaya diri, aktif, dan mampu memahami makna dalam konteks nyata. Guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap pendekatan ini karena lebih menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan komunikasi. Namun demikian, efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh keterbatasan kosakata, rasa malu, kecemasan berbahasa, sarana pembelajaran yang minim, serta perbedaan kemampuan antar peserta didik sehingga memerlukan strategi diferensiasi yang tepat.
An Analysis of Arabic Language Learning Problems in Madrasah Aliyah and Their Solutions Syifa Nazhifah; Isop Syafe'i
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v1i3.12

Abstract

Arabic language learning in Madrasah Aliyah plays a strategic role in developing students’ linguistic competence and Islamic understanding. However, in practice, Arabic language instruction still faces various problems that hinder the optimal achievement of learning objectives. This study aims to examine the problems of Arabic language learning in Madrasah Aliyah, their impacts, and the efforts that can be undertaken to improve the quality of instruction. This research employs a qualitative approach using a library research design. Data were obtained from accredited journal articles, books, theses, and other relevant scholarly sources, and were analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that the problems in Arabic language learning include low student motivation and literacy, limited pedagogical competence of teachers, an overloaded curriculum, insufficient learning facilities and media, and the lack of authentic assessment. These problems have an impact on students’ low communicative language proficiency and the ineffectiveness of the learning process. Efforts to address these problems include reorienting learning approaches toward communicative and contextual methods, enhancing teachers’ competencies, strengthening Arabic literacy, optimizing learning media, creating a conducive language environment, and implementing an authentic assessment system. This study is expected to serve as a reference for teachers, madrasahs, and policymakers in improving Arabic language learning in Madrasah Aliyah. Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi kebahasaan dan pemahaman keislaman peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran bahasa Arab masih menghadapi berbagai permasalahan yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah, dampaknya, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka. Data diperoleh dari artikel jurnal terakreditasi, buku, tesis, dan sumber ilmiah relevan lainnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan dalam pembelajaran bahasa Arab meliputi rendahnya motivasi dan literasi peserta didik, keterbatasan kompetensi pedagogik guru, kurikulum yang terlalu padat, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, serta belum optimalnya penerapan penilaian autentik. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Arab peserta didik dan tidak efektifnya proses pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan mengorientasikan kembali pendekatan pembelajaran ke arah metode komunikatif dan kontekstual, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi bahasa Arab, mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran, menciptakan lingkungan bahasa yang kondusif, serta menerapkan sistem penilaian autentik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, madrasah, dan pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah.

Page 1 of 2 | Total Record : 16