Perkembangan media sosial memungkinkan masyarakat menyampaikan opini terhadap kebijakan publik secara luas dan cepat, termasuk kebijakan impor oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap kebijakan tersebut menggunakan algoritma Naïve Bayes. Data dikumpulkan dari platform X (Twitter) melalui teknik crawling sebanyak 1.201 tweet, kemudian melalui tahap preprocessing sehingga diperoleh 838 data yang valid. Dataset dibagi menjadi data latih sebanyak 670 tweet (80%) dan data uji sebanyak 168 tweet (20%), dengan pelabelan manual ke dalam kategori positif dan negatif. Proses klasifikasi dilakukan menggunakan RapidMiner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model menghasilkan akurasi sebesar 75,60%, dengan recall mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa metode Naïve Bayes cukup efektif dalam mengklasifikasikan sentimen teks pendek. Penelitian ini membuktikan bahwa analisis sentimen berbasis media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk memahami respons.
Copyrights © 2025