Pengembangan potensi warisan geologi atau geoheritage di wilayah selatan Pegunungan Meratus dibagi oleh batas administrasi Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, padahal secara geologis kawasan ini merupakan satu kesatuan jejak laut purba. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan wilayah terintegrasi berbasis konsep "Jejak Laut Purba yang Terangkat" (The Uplifted Ancient Sea). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis peta geologi, geomorfologi, dan inventarisasi karakteristik situs-situs terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Formasi Berai dan Kompleks Ofiolit didominasi bentang alam Karst dan Aluvial yang unik sebagai wadah situs. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan strategi Zonasi Tematik Terhubung atau Connected Thematic Zoning yang membagi peran wilayah secara komplementer meliputi Tanah Laut sebagai The Scenic Gate (wisata bentang alam), Tanah Bumbu sebagai The Time Capsule (edukasi prasejarah), dan Kotabaru sebagai The Heritage Adventure (wisata petualangan sejarah). Konsep ini menyatukan situs-situs yang tersebar menjadi satu alur cerita evolusi bumi dari dasar samudra menjadi daratan.
Copyrights © 2026