Paper ini menganalisis pengaruh barang-barang tidak diperdagangkan (Balassa-Samuelson effect)terhadap purchasing power parity (PPP) antara empat negara anggota ASEAN– yaitu Singapura,Malaysia, Indonesia dan Philipina- dengan negara mitra dagang utamanya. Tiga metode analisisyang digunakan adalah univariate time series, multivariate regression dan Johansen framework ofmultivariate cointegration. Ketiga metode analisis memberikan kesimpulan yang sama. Pertama,hipotesis PPP tidak terbukti di keempat negara ASEAN. Kedua, keberadaan barang-barang tidakdiperdagangkan berpengaruh signifikan terhadap penyimpangan hipotesis PPP.Keywords: Purchasing Power Parity (PPP), Balassa-Samuelson Effect, Stationary, Multivariate Cointegration.
Copyrights © 2007