Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai sistem asumsi, nilai, norma dan sikap yang diwujudkan melalui simbol-simbol yang telah ditetapkan dan diadopsi oleh anggota organisasi melalui pengalaman bersama, yang membantu mereka mendefinisikan makna dunia luar dan kemudian cara mereka berinteraksi dengannya. Budaya organisasi dapat dipahami sebagai kekuatan sosial yang bersifat tidak kasatmata namun mampu memengaruhi perilaku individu dalam menjalankan aktivitas kerja. Budaya organisasi yang kuat berfungsi memperkuat pencapaian tujuan perusahaan, sedangkan budaya organisasi yang lemah cenderung menjadi faktor penghambat dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Manajemen setiap organisasi menciptakan budaya yang spesifik dan unik. Budaya nasional juga memiliki pengaruh yang besar terhadap terciptanya budaya dan manajemen organisasi. Karyawan datang ke organisasi dengan sistem nilai tertentu yang sudah terdefinisi dengan baik berdasarkan budaya nasional mereka, dan yang merupakan dasar budaya organisasi. Perusahaan pertambangan merupakan bisnis yang dicirikan oleh pekerjaan dan struktur organisasi dengan kompleksitas yang tinggi. Budaya organisasi mendukung terciptanya struktur organisasi yang memadai. Penyelarasan struktur dan budaya organisasi yang memadai dapat memungkinkan perusahaan menjadi lebih menguntungkan dan meningkatkan posisi pasar. Manajemen perusahaan-perusahaan pertambangan perlu memahami keterkaitan yang kompleks antara struktur organisasi dan budaya organisasi, serta pengaruh budaya nasional terhadap kinerja organisasi.
Copyrights © 2026