Kebijakan pengiriman TKI ke luar negeri, khususnya ke Malaysia, merupakan salah satu pilihan bagi Indonesia untuk menyalurkan tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran. Tingginya jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri berdampak positif terhadap peningkatan devisa negara dalam menanggulangi pengangguran di dalam negeri. Namun, di sisi negatifnya ada risiko perlakuan tidak manusiawi terhadap tenaga kerja Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi kebijakan pemerintah dalam melindungi pekerja migran khususnya di perkebunan kelapa sawit. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa penggunaan SMO membuat posisi buruh migran menjadi rentan, antara lain eksploitasi, degradasi, pemotongan gaji, penahanan paspor oleh majikan, tidak ada kontrak kerja (dianggap ilegal), tidak ada data rinci mengenai buruh migran di Malaysia, dan konversi visa kunjungan menjadi visa kerja. Untuk sementara waktu, Malaysia mengalami krisis tenaga kerja yang berdampak pada tingkat produksi industri kelapa sawit di Malaysia berpeluang meningkatkan bergaining potition dalam melindungi TKI. Strategi perlindungan tenaga kerja dengan meningkatkan standar kompetensi, meliputi: kriteria kerja, hasil kerja, elemen kompetensi dan ruang lingkup dalam hal pelatihan, keterampilan, pengetahuan dan kemampuan. Melakukan reformasi kebijakan nasional terkait penempatan tenaga kerja.
Copyrights © 2023