Kegiatan pemasaran produk songket di Desa Tanjung Dayang Utara mayoritas masih dilakukan secara konvensional. Kondisi ini membatasi jangkauan pasar dan peluang peningkatan pendapatan pengrajin. Edukasi digital diperlukan untuk memperluas pemasaran dengan memanfaatkan tingginya penggunaan ponsel dan media sosial. Tujuan kegiatan ini adalah melatih dan mendampingi pengrajin songket agar mampu mengenal dan menggunakan platform digital marketing secara mandiri. Pelatihan ini diharapkan menjadi solusi untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pengrajin songket. Namun, terdapat kendala seperti rendahnya literasi digital peserta, keterbatasan sarana teknologi, dan hambatan adaptasi terhadap perubahan metode pemasaran. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada 30 peserta di Ruang Pertemuan Desa. Pelatihan mencakup penyuluhan dan praktek penggunaan teknologi informasi serta multimedia untuk memanfaatkan platform digital marketing dalam pemasaran online seperti Shopee dan Instagram dan offline dalam pameran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengakses dan memasarkan produk secara digital melalui platform Shopee dan instagram yang berdampak pada peningkatan pendapatan pengrajin songket memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui pemasaran digital.
Copyrights © 2026