Pengobatan mandiri atau swamedikasi sakit maag merupakan upaya mandiri masyarakat dalam mengatasi keluhan maag menggunakan obat tanpa resep dokter. Penggunaan obat tanpa pengawasan medis berisiko jika tidak didasari pengetahuan yang memadai dan dapat berujung pada penggunaan obat yang tidak rasional dan berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait swamedikasi yang aman dan rasional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wairkoja, Kabupaten Sikka, tentang swamedikasi sakit maag melalui penyuluhan interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui presentasi PowerPoint, peragaan obat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Penyuluhan diikuti oleh 34 peserta, mayoritas perempuan (88%) dan berusia dewasa (88%). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan, di mana sebelum penyuluhan 50% peserta berada pada kategori pengetahuan rendah, 32% sedang, dan 18% tinggi. Setelah penyuluhan, 82% peserta berada pada kategori pengetahuan tinggi, 12% sedang, dan hanya 6% yang tetap pada kategori rendah (p = 0,001). Peningkatan pengetahuan terbesar terjadi pada aspek teknis penggunaan antasida dan pemahaman tanda bahaya sakit maag. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam swamedikasi sakit maag, khususnya peningkatkan kesadaran masyarakat tentang aturan minum antasida yang benar.
Copyrights © 2026