Perubahan demografi yang ditandai dengan peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut perhatian khusus dalam aspek sosial dan spiritual, termasuk dalam pelayanan pastoral di gereja. Salah satu bentuk pendampingan yang relevan adalah Sekolah Lansia, yang dirancang untuk membantu lansia menjalani masa tua secara bermakna dengan memperkuat iman, sosial, dan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan dan dampak dari Sekolah Lansia di Paroki Trinitas Mahakudus Paslaten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan 30 orang lansia sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Lansia memberikan dampak positif bagi peserta, antara lain dalam peningkatan kepercayaan diri, penguatan iman, dan relasi sosial yang lebih baik. Kegiatan doa, pembacaan Kitab Suci, serta interaksi sosial yang terbentuk dalam Sekolah Lansia membantu lansia merasa lebih dihargai dan terlibat dalam kehidupan gereja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia adalah model pendampingan pastoral yang efektif dan relevan, namun perlu dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlanjutannya, dengan dukungan sumber daya yang memadai dan pelatihan bagi pendamping pastoral.
Copyrights © 2026