Penelitian ini mengkaji doktrin Yesus Kristus sebagai Tuhan yang menjadi manusia dalam perspektif teologi Kristen dengan menelusuri dasar biblika, historis, dan sistematisnya. Fokus kajian diarahkan pada analisis kesaksian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengenai identitas dan karya Kristus, serta perumusan teologis tentang relasi antara keilahian dan kemanusiaan dalam satu pribadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan teks Alkitab dan literatur teologi kristologi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inkarnasi memiliki koherensi teologis yang kuat dan tidak dapat dipisahkan dari doktrin keselamatan. Kesatuan dua natur dalam diri Kristus menjadi prasyarat ontologis bagi karya penebusan, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan dipahami sebagai tindakan Allah sendiri dalam sejarah. Selain itu, inkarnasi juga memiliki implikasi epistemologis dan etis, karena melalui Kristus Allah menyatakan diri secara personal serta menghadirkan dasar bagi transformasi hidup umat percaya. Dengan demikian, doktrin Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia tetap relevan bagi refleksi akademik maupun praksis iman Kristen di tengah konteks kontemporer.
Copyrights © 2024