Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila berbasis pendidikan Islam sebagai upaya memperkuat relevansi pendidikan nasional dengan nilai-nilai kemaslahatan dan spiritualitas Islam. Kajian ini berangkat dari tantangan implementasi Kurikulum merdeka yang belum sepenuhnya mampu menyeimbangkan antara kompetensi akademik dan pembentukan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini menelaah berbagai sumber klasik Ushul Fiqh, kebijakan pendidikan nasional, serta hasil penelitian terkini (2021–2024) untuk mengidentifikasi titik temu antara nilai-nilai Maqāṣid al-Syarī‘ah dan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat koherensi mendasar antara prinsip maqāṣid seperti menjaga agama (hifẓ al-dīn), akal (hifẓ al-‘aql), jiwa (hifẓ al-nafs), keturunan (hifẓ al-nasl), dan harta (hifẓ al-māl)—dengan dimensi keimanan, kemandirian, nalar kritis, gotong royong, kreativitas, dan kebinekaan global dalam Profil Pelajar Pancasila. Integrasi ini melahirkan model konseptual pendidikan Islam berbasis kemaslahatan yang menghubungkan nilai spiritual, rasional, dan sosial secara simultan. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat paradigma pendidikan Islam berbasis maqāṣid sebagai pendekatan yang relevan dengan Kurikulum merdeka, sementara secara praktis menawarkan arah pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis bagi madrasah dan pesantren. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi konseptual dan praktis bagi penguatan karakter pelajar Indonesia yang beriman, berilmu, dan berkeadaban global.
Copyrights © 2025