Daerah Tumbang Hiram dan sekitarnya merupakan wilayah dengan tatanan geologi yang kompleks, ditandai oleh perkembangan satuan sedimen vulkanik dan intrusi magmatik sejak Kala Paleogen hingga Neogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menyusun stratigrafi daerah penelitian secara sistematis guna memahami urutan satuan batuan, karakter litologi, lingkungan pengendapan, serta hubungan stratigrafi antar satuan batuan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi permukaan, pengamatan litologi dan hubungan stratigrafi di lapangan, serta analisis dan korelasi data dengan peta geologi regional dan penelitian terdahulu. Penamaan dan pengelompokan satuan batuan mengacu pada kaidah Sandi Stratigrafi Indonesia dengan pendekatan litostratigrafi dan litodemik tidak resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh tiga satuan batuan utama dari tua ke muda, yaitu Satuan Batupasir Tufan Haloq berumur Eosen, Satuan Tuf Dasitik Malasan berumur Oligosen, dan Satuan Andesit Sintang berumur Oligosen Awal hingga Miosen Tengah. Satuan Batupasir Tufan Haloq didominasi oleh batupasir tufan dengan sisipan batulempung dan diendapkan pada lingkungan laut dangkal hingga delta dengan pengaruh aktivitas vulkanik. Satuan Tuf Dasitik Malasan tersusun oleh tuf dasitik dan breksi gunungapi yang mencerminkan lingkungan gunungapi darat hingga laut dangkal. Satuan Andesit Sintang hadir sebagai intrusi subvulkanik yang menerobos satuan-satuan yang lebih tua. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi stratigrafi daerah Tumbang Hiram dipengaruhi oleh interaksi proses sedimentasi, vulkanisme, dan intrusi magmatik yang berkesinambungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pemahaman geologi regional Kalimantan Tengah serta menjadi dasar pendukung bagi kegiatan eksplorasi geologi di wilayah tersebut.
Copyrights © 2026