Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), secara global terdapat lebih dari 600.000 kasus baru dan sekitar 340.000 kematian akibat kanker serviks setiap tahun. Di Indonesia, menurut Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), tercatat lebih dari 36.000 kasus baru dengan sekitar 21.000 kematian per tahun. Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan metode skrining yang sederhana dan efektif, namun cakupan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Margototo Kabupaten Lampung Timur masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks melalui program SEHATI IVA. Metode yang digunakan adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest posttest terhadap 38 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan dan dianalisis dengan uji Wilcoxon (α=0,05). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 39,63 menjadi 51,37 (p-value=0,000). Edukasi melalui penyuluhan interaktif dan media leaflet disertai pemeriksaan IVA efektif meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi wanita usia subur dalam skrining kanker serviks.
Copyrights © 2026