Perubahan masyarakat global membawa implikasi signifikan terhadap dinamika otoritas guru dalam praktik Pendidikan. Otoritas pedagogik yang sebelumnya bersifat hierarkis menghadapi tantangan serius dalam mendukung implementasi pembelajaran mendalam pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran otoritas guru pada era globalisasi serta relevansinya terhadap penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui analisis kritis terhadap literatur ilmiah, kebijakan Pendidikan, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas guru mengalami transformasi dari kontrol instruksional menuju peran fasilitatif dan kolaboratif. Otoritas yang adaptif terbukti berkontribusi positif terhadap penguatan pembelajaran mendalam melalui penciptaan ruang refleksi, dialog, dan pemecahan masalah bermakna bagi peserta didik. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa kegagalan implementasi Deep Learning lebih disebabkan oleh ketidaksiapan paradigma otoritas guru dibandingkan keterbatasan teknis pembelajaran. Simpulan peneltiian menegaskan bahwa redefinisi otoritas guru berbasis kompetensi pedagogic, integritas professional, dan sensitivitas terhadap perubahan sosial menjadi prasyarat utama keberhasilan Kurikulum Merdeka. Pendidikan pada era globalisasi menuntut guru yang mampu menjalankan otoritas secara reflektif dan memberdayakan.
Copyrights © 2026