Rendahnya prestasi belajar siswa di Indonesia masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Data Riskesdas Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa angka stunting dan gizi kurang masih tinggi pada anak usia sekolah. Kekurangan gizi berdampak pada perkembangan otak dan memori jangka pendek, yang penting dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara status gizi dan memori jangka pendek terhadap prestasi belajar pada siswa kelas V-VI di MIN 2 Tanggamus tahun 2025. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 81 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), memori jangka pendek diukur melalui tes digit span, dan prestasi belajar dilihat berdasarkan nilai raport. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan prestasi belajar (p=0,194; r=0,145), namun terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan lemah antara memori jangka pendek dan prestasi belajar (p=0,006; r=-0,303).
Copyrights © 2026