Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia, menempati peringkat kedua tertinggi dengan angka kasus yang terus meningkat secara signifikan pada tahun 2024. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada alveoli paru yang kemudian terisi cairan atau nanah, sehingga menghambat proses pertukaran oksigen yang vital bagi tubuh. Usaha yang dilakukan dalam mengurangi dampak dari Pneumonia pada anak salah satunya yaitu fisioterapi dada. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan pre-experimental design atau quasi-experimental design, dengan rancangan yang sering digunakan adalah One-group Pretest-Posttest Design, dengan jumlah sampel 40 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien anak usia balita dengan pneumonia di ruang PICU RSKD Duren Sawit. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat melakukan fisioterapi dada secara berkala untuk pasien anak usia balita dengan pneumonia secara benar.
Copyrights © 2026