Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB), khususnya kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), banyak digunakan di Indonesia karena efektif mencegah kehamilan, namun berisiko meningkatkan berat badan yang dapat memengaruhi persepsi body image dan kesehatan psikologis pengguna. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 150 ibu akseptor KB suntik 3 bulan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang dipilih secara purposive sampling dari tiga fasilitas kesehatan. Peningkatan berat badan diukur menggunakan timbangan digital, sedangkan persepsi body image diukur dengan kuesioner standar yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan dan persepsi body image (p = 0,000; OR = 0,046), yang menunjukkan bahwa akseptor yang mengalami peningkatan berat badan memiliki peluang lebih kecil untuk memiliki persepsi body image positif dibandingkan yang tidak mengalami peningkatan. Kesimpulan: Peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan berhubungan secara signifikan dengan persepsi body image negatif, sehingga diperlukan edukasi, konseling, dan pemantauan berat badan secara rutin dalam pelayanan KB untuk mendukung kesehatan fisik dan penerimaan diri akseptor.
Copyrights © 2026