Penelitian ini membahas dampak kebijakan Agraria, Tebu, dan Desentralisasi pada perubahan organisasi pemerintah, perkembangan ekonomi, dan pembangunan Kota Malang selama masa Kolonial Hindia Belanda. Kebijakan Agraria yang ditetapkan oleh PemerintahKolonial Hindia Belanda memiliki peran penting dalam perubahan kepemilikan tanah dan pengelolaan lahan di masa itu. Selain itu, desentralisasi yang mulai ditetapkan mempengaruhi struktur Pemerintahlokal dan dinamika pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Kota Malang. Dalam konteks ini, berbagai bangunan bersejarah yang di bangun pada era Kolonial Hindia Belanda sekarang ditetapkan sebagai cagar budaya dan dikelola oleh kelompok sadar wisata di bawahnaungan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, memanfaatkan arsip kolonial dan dokumen pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kolonial Hindia Belanda memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan tata kota dan ekonomi Kota Malang yang masih bisa dirasakan hingga saat ini. Kesimpulannya, kebijakan Agraria, Tebu, dan Desentralisasi di masa Kolonial Hindia Belanda memberikan warisan yang mempengaruhi struktur sosial, ekonomi, dan fisik kota. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya konservasi pembangunan bersejarah dan pengelolaannya yang berkelanjutan untuk mendukung pariwisata dan pendidikan sejara di Kota Malang. Kata Kunci : Kebijakan Agraria, Tebu, Desentralisasi, Cagar Budaya, Kota Malang.
Copyrights © 2025