Abstrak: Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan akumulasi sampah organik yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Sejalan dengan penerapan ekonomi sirkular, sektor pertanian memiliki peluang untuk mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat. Mitra Kegiatan pengabdian yakni Ibu-ibu PKK Desa Pantai Labu Baru., Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang .[As1.1][SS1.2] Programrogram bertujuan mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga berbasis maggot, pemanfaatan pupuk kasgot, pakan ternak serta budidaya sayuran pekarangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra yakni Ibu anggota PKK Desa Pantau Labu Barumasyarakat[As2.1][SS2.2] yang berjumlah 35 orang.. Indikator dari keberhasilan program ini yakni peserta dapat menerapkan pengelolaan sampah organik dengan bantuan maggot, selanjutnya peserta memanfaatkan pekarangan rumah dengan membudidayakan berbagai jenis sayuran dan budidaya ternak dari hasil kasgot dan pakan ternak dari limbah dari maggot. Hasil kegiatan menunjukkan secara keseluruhan, hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman dan sikap peserta pada seluruh indikator mencapai sekitar 63%, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kapasitas peserta terkait pengelolaan limbah, budidaya maggot, dan pemanfaatan pekarangan.Abstract: The increase in population has led to the accumulation of organic waste, which may cause environmental problems if not properly managed. In line with the implementation of the circular economy concept, the agricultural sector offers opportunities to integrate waste management with improvements in household food security and community income. The community service partner in this program was the PKK group of Pantai Labu Baru Village, Pantai Labu Subdistrict, Deli Serdang Regency. The program aimed to optimize resource utilization through training on maggot-based household waste management, the use of frass (kasgot) as organic fertilizer, animal feed production, and home-yard vegetable cultivation. The methods employed included socialization, training, and community mentoring. The results indicate that the comparison of pre-test and post-test scores shows an average improvement of approximately 63% in participants’ knowledge and attitudes across all indicators, demonstrating the effectiveness of the program in enhancing participants’ capacity in waste management, maggot cultivation, and productive yard utilization.
Copyrights © 2026