Tingkat kemiskinan di Kabupaten Bondowoso yang mencapai 12,60% menimbulkan implikasi terhadap pola hidup masyarakat, salah satunya dalam bentuk kebiasaan penggunaan minyak jelantah berulang kali. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif minyak jelantah tidak hanya meningkatkan risiko kesehatan, terutama hipertensi yang menempati kasus tinggi di wilayah Puskesmas Maesan, tetapi juga menambah pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak secara sembarangan. Program KKN Universitas Jember 2025 di Desa Sumber Pakem berfokus pada pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan sebagai solusi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Kegiatan meliputi sosialisasi bahaya penggunaan minyak jelantah serta praktik pembuatan sabun padat melalui proses pemurnian, perebusan dengan daun pandan, reaksi saponifikasi, pencetakan, dan curing. Hasilnya, sabun yang dihasilkan layak digunakan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, menyediakan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan, serta membuka peluang usaha sederhana yang mendukung pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat ramah lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai solusi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program KKN ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat mampu menciptakan inovasi sederhana yang berdampak luas serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Copyrights © 2026