Kedelai (Glycine max L. Merr.) merupakan sumber protein nabati penting di Indonesia, namun produktivitasnya di tanah gambut masih rendah akibat sifat fisik dan kimia tanah yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan varietas adaptif dan pemupukan yang tepat seperti fosfor yang berperan penting dalam pembentukan klorofil, dan ketersediaan energi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kedelai dan memperoleh takaran dosis pupuk P yang tepat yang dapat memberikan hasil maksimal terhadap tiap varietas tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Reformasi, Gg. Matematika Untan. Waktu penelitian dari tanggal 20 Juni sampai dengan 13 September 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) yang terdiri dari 3 Petak Utama yaitu Varietas Kedelai (V) dan 3 anak petak yaitu dosis pupuk SP-36 (P), dengan 3 kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman umur 2, 3, dan 4 MST (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), jumlah biji/tanaman (buah), berat biji/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk P dan varietas Derap 1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap variabel berat polong per tanaman yaitu 21,11 g/tanaman, dan pemberian pupuk P dengan dosis 200 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap berat polong per tanaman yaitu 14,44 g/tanaman.
Copyrights © 2026