Penelitian ini menganalisis data morfometri dan ornamentasi eksin polen dari tujuh spesies mangrove untuk mengungkap karakter adaptif dan implikasi taksonominya. Parameter yang diukur meliputi unit dispersal (monad), rasio panjang‐lebar (P/E), tipe aperture, dan pola eksin. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel terkategori monad, mendukung efisiensi dispersal melalui media air dan angin. Variasi P/E (0,93–1,28) membagi spesies ke dalam tiga kelompok bentuk: oblata sferoidal (Avicennia marina, Ceriops tagal, Acanthus ilicifolius), prolata sferoidal (Lumnitzera racemosa, Rhizophora mucronata), dan subprolata (Aegiceras corniculatum, Scaevola taccada). Apertura trikolporat dominan pada mangrove sejati, sedangkan L. racemosa menunjukkan heterokolporat yang memfasilitasi pelipatan asimetris. Dari sisi eksin, enam spesies mangrove sejati memperlihatkan pola retikulat yang berperan sebagai jaringan kapiler, sedangkan S. taccada memiliki eksin perforat sederhana, adaptif pada habitat pantai berpasir. Sintesis data ini menegaskan bahwa morfometri dan ornamentasi eksin polen mencerminkan diversifikasi strategi reproduksi serta memberikan dasar taksonomi dan ekofisiologis yang kuat untuk studi mangrove.
Copyrights © 2025