Artikel ini mengkaji proses internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam Islam dan perannya dalam pembentukan struktur sosial masyarakat. Berangkat dari perspektif sosiologi agama, penelitian ini menempatkan ajaran Islam tidak hanya sebagai sistem normatif-teologis, tetapi juga sebagai sumber produksi tatanan sosial yang membentuk pola relasi, perilaku, dan institusi sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam kajian Islam dan teori sosial, terutama pemikiran Berger dan Luckmann tentang konstruksi sosial, serta kontribusi Weber dan Durkheim dalam memahami agama sebagai fenomena sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan berlangsung melalui proses objektivasi ajaran, institusionalisasi praktik keagamaan, dan legitimasi sosial yang berkelanjutan. Proses tersebut berkontribusi pada pembentukan struktur sosial yang relatif stabil, sekaligus adaptif terhadap dinamika perubahan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa ajaran Islam berfungsi sebagai kerangka simbolik dan normatif yang memediasi hubungan antara individu dan masyarakat, sehingga menghasilkan tatanan sosial yang tidak bersifat statis, melainkan terus dikonstruksi melalui interaksi sosial. Temuan ini memperkaya diskursus sosiologi agama dengan menempatkan Islam sebagai aktor aktif dalam produksi dan reproduksi struktur sosial masyarakat.
Copyrights © 2025