Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keamanan informasi dan privasi terhadap niat mahasiswa dalam menggunakan asisten Artificial Inteligence (AI) secara berkelanjutan. Fokus utama penelitian ini adalah kekhawatiran pengguna terhadap perlindungan data pribadi serta tingkat kepercayaan mereka terhadap sistem AI, yang dianggap berperan penting dalam menentukan keberlanjutan penggunaan teknologi ini. Dengan menggunakan metode kuantitatif berdesain deskriptif, data diperoleh melalui survei daring menggunakan kuesioner skala likert 5 poin, yang mencakup 20 pernyataan terkait empat aspek utama: penilaian penggunaan, kekhawatiran privasi terhadap AI, kepercayaan, dan kekhawatiran privasi di lingkungan sekitar. Sebanyak 90 mahasiswa aktif menjadi responden, dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran privasi, terutama yang terkait dengan ruang publik, memiliki pengaruh signifikan terhadap niat pengguna, sementara pengaruh kepercayaan dan keamanan informasi cenderung lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan privasi merupakan prioritas utama pengguna, sekaligus tantangan yang perlu diatasi oleh pengembang teknologi. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan transparansi pengelolaan data dan edukasi terkait keamanan informasi untuk memperkuat kepercayaan pengguna. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan asisten AI yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
Copyrights © 2025