Hubungan antara agama dan budaya merupakan hal yang menarik untuk dikaji, khususnya di Jawa yang memiliki berbagai budaya lokal yang terkenal dengan kejawennya. Budaya lokal yang berasal dari turun-temurun nenek moyang masih tetap eksis hingga saat ini. Sepeti tradisi Nyumpet di Jepara yang dilakukan oleh pemilik hajat sebelum menggelar hajatan, baik pernikahan maupun acara khitan. Bertahannya tradisi nenek moyang hingga saat ini turut melibatkan peran agama di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Agama dapat masuk ke dalam Masyarakat Jawa juga melibatkan tradisi yang telah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kembali hubungan agama dan budaya melalui tradisi Nyumpet di Jepara, mengingat kegiatan Nyumpet adalah sebuah tradisi yang memadukan antara peran agama dan ritual warisan nenek moyang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan terlibat. Artinya, peneliti ikut secara langsung menyaksikan dan ikut berperan dalam tradisi Nyumpet, karena peneliti adalah bagian dari Masyarakat Jepara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama dan budaya memiliki hubungan erat di antara keduanya. Adanya ritual nyumpet di masayarakat Jepara bertujuan untuk mencegah keburukan yang terjadi dalam acara hajatan. Nyumpet dengan berbagai Ugo Rampe yang dipadukan dengan selametan menunjukkan bahwa agama dan budaya begitu kuat berada di Tengah Masyarakat Jepara serta dapat menumbuhkan efek psikologis di dalam jiwa. Letak geografis kabupaten Jepara dan profesi Masyarakat turut menjadi penyebab mengapa Nyumpet di Jepara masih ada hingga saat ini.
Copyrights © 2024