Roisah Fathiyatur Rohmah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN KRITIK SASTRA MASA UMAYYAH DAN ABBASIYAH SERTA MUNCULNYA KRITIK SASTRA MANHAJI Roisah Fathiyatur Rohmah
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v8i1.12234

Abstract

Melihat kejayaan pemerintahan pada masa Umayyah dan Abbasiyah tentu membawa kemajuan di berbagai bidang terutama dalam hal kritik sastra. Pada masa Umayyah, berbagai macam karya sastra mulai berkembang, begitu pula pada masa Abbasiyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Kedua periode ini dikenal sebagai masa kejayaan sastra Arab dan mengalami puncaknya pada era Abbasiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemerintahan Umayyah dan Abbasiyah terhadap perkembangan kritik sastra serta menjelaskan munculnya kritik sastra manhaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kritik sastra yang pada awalnya pada era Jahiliyah hanya dinilai dari segi qafiyah dan penilaian vokal, namun pada masa Umayyah kritik sastra mengembangkan penilaian sastra dari segi bahasa dan sastra itu sendiri. Pada masa Umayyah juga diadakan penganugerahan gelar sastra terbaik pada masa itu, yaitu Al Farazdaq, Al Akhtal dan Jarir. Pada masa pemerintahan Abbasiyah, perkembangan ilmu pengetahuan digencarkan dengan menerjemahkan berbagai kitab. Dengan terjemahan ini, kritik sastra tidak lagi dinilai dari segi bahasa dan sastra itu sendiri, tetapi penulis membuat teori tentang kritik sastra yang disebut kritik manhaji. Kritik manhaji menandai kejayaan kritik sastra pada zaman klasik.
Analysis of the Relationship between Religion and Culture through the “Nyumpet” Tradition in Jepara: Islamic Perspective and Local Wisdom Roisah Fathiyatur Rohmah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24439

Abstract

Hubungan antara agama dan budaya merupakan hal yang menarik untuk dikaji, khususnya di Jawa yang memiliki berbagai budaya lokal yang terkenal dengan kejawennya. Budaya lokal yang berasal dari turun-temurun nenek moyang masih tetap eksis hingga saat ini. Sepeti tradisi Nyumpet di Jepara yang dilakukan oleh pemilik hajat sebelum menggelar hajatan, baik pernikahan maupun acara khitan. Bertahannya tradisi nenek moyang hingga saat ini turut melibatkan peran agama di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Agama dapat masuk ke dalam Masyarakat Jawa juga melibatkan tradisi yang telah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kembali hubungan agama dan budaya melalui tradisi Nyumpet di Jepara, mengingat kegiatan Nyumpet adalah sebuah tradisi yang memadukan antara peran agama dan ritual warisan nenek moyang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan terlibat. Artinya, peneliti ikut secara langsung menyaksikan dan ikut berperan dalam tradisi Nyumpet, karena peneliti adalah bagian dari Masyarakat Jepara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama dan budaya memiliki hubungan erat di antara keduanya. Adanya ritual nyumpet di masayarakat Jepara bertujuan untuk mencegah keburukan yang terjadi dalam acara hajatan. Nyumpet dengan berbagai Ugo Rampe yang dipadukan dengan selametan menunjukkan bahwa agama dan budaya begitu kuat berada di Tengah Masyarakat Jepara serta dapat menumbuhkan efek psikologis di dalam jiwa. Letak geografis kabupaten Jepara dan profesi Masyarakat turut menjadi penyebab mengapa Nyumpet di Jepara masih ada hingga saat ini.