Artikel ini menelaah Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Ar-Roihan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, sebagai sekolah inklusi dengan siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) terbanyak di Indonesia (85 siswa ABK, atau 11% dari 778 siswa). Temuan artikel menunjukkan bahwa MIT Ar-Roihan menerapkan nilai-nilai Spiritualitas Islam dan Super Smart Society secara simultan. Pertama, Masyarakat hidup aman dan nyaman melalui spiritualitas Islam berupa kasih sayang (rahmah) yang diberikan oleh kepala madrasah, guru dan siswa reguler kepada siswa ABK. Kedua, Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang heterogen melalui spiritualitas Islam berupa keadilan (‘adalah) bagi siswa ABK dalam kurikulum pendidikan, praktik pembelajaran dan sarana-prasarana. Ketiga, Pemberian layanan terbaik kepada masyarakat melalui spiritualitas Islam berupa layanan berkualitas (ihsan) bagi siswa ABK terkait medis-fisiologis, psikis-sosial, dan edukatif-spiritual. Keempat, Masyarakat hidup dalam intensitas tinggi melalui spiritualitas Islam berupa perjuangan hidup (jihad) yang dididikkan kepada siswa ABK dalam bentuk binadiri, sikap spiritual dan prestasi belajar. Temuan artikel menghadirkan best practice implementasi pendidikan inklusi yang memadukan nilai-nilai spiritualitas Islam dan Super Smart Society, sehingga dapat dijadikan sebagai benchmarking praktik pendidikan inklusi di era Society 5.0 bagi lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama. This article examines Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Ar-Roihan Lawang District, Malang Regency, as an inclusive school with the most SWSN (Students With Special Needs) in Indonesia (85 SWSN). The article’s findings show that MIT Ar-Roihan applies the values of Islamic Spirituality and Super Smart Society simultaneously. First, the creation of a child-friendly school for SWSN based on the values of love (rahmah) given by the headmaster, teachers and regular students. Second, meeting the needs of heterogeneous SWSN based on the values of justice (‘adalah) in the educational curriculum, learning practices and infrastructure. Third, providing the best service to SWSN based on the values of excellence (ihsan) for medical-physiological, psychological-social and educational-spiritual needs. Fourth, fostering independent life for SWSN based on the values of striving (jihad) for self-development, spiritual attitudes and learning achievements. The findings of the article present such best practices for implementing inclusive education, which combines the values of Islamic spirituality and Super Smart Society, that they can be used as benchmarking for Islamic education institutions under the auspices of the Ministry of Religion, regarding inclusive education practices that are child-friendly to SWSN and are relevant to the characteristics of the Society 5.0 era. Keywords: Inclusive Education; Islamic Spirituality; MIT Ar-Roihan Lawang; Students with Special Needs (SWSN); Super Smart Society.
Copyrights © 2026