Penelitian ini mengkaji fenomena “living hadis” lama-menolong di Desa Sidamukti, yang dikenal dengan kuatnya nilai-nilai komunal dan tradisinya, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi sektor pertanian dan perkebunan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data primer dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, serta warga desa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai, tradisi gotong royong, dan semangat panjang-menolong berfungsi sebagai mekanisme adaptasi dan pelestarian vital terhadap tantangan ekonomi, dengan modal sosial yang kuat berperan penting dalam ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Praktik seperti "Sambatan" (gotong royong membangun/memperbaiki rumah atau fasilitas umum) dan sistem iuran desa (untuk membantu warga sakit atau acara) tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial yang mengurangi beban ekonomi saat krisis. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi tolong-menolong di Desa Sidamukti adalah manifestasi nyata dari “hadis yang hidup”, di mana ajaran Nabi Muhammad SAW diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, didorong oleh keyakinan akan pahala dan tanggung jawab saling membantu, serta memberikan manfaat sosial dan spiritual yang signifikan.
Copyrights © 2025