Endad Musaddad
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Living Hadis Tolong-Menolong di Desa Sidamukti Kecamatan Baros Kabupaten Serang-Banten Siti Ba'i Muhibah; Endad Musaddad
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i4.121

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena “living hadis” lama-menolong di Desa Sidamukti, yang dikenal dengan kuatnya nilai-nilai komunal dan tradisinya, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi sektor pertanian dan perkebunan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data primer dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, serta warga desa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai, tradisi gotong royong, dan semangat panjang-menolong berfungsi sebagai mekanisme adaptasi dan pelestarian vital terhadap tantangan ekonomi, dengan modal sosial yang kuat berperan penting dalam ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Praktik seperti "Sambatan" (gotong royong membangun/memperbaiki rumah atau fasilitas umum) dan sistem iuran desa (untuk membantu warga sakit atau acara) tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial yang mengurangi beban ekonomi saat krisis. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi tolong-menolong di Desa Sidamukti adalah manifestasi nyata dari “hadis yang hidup”, di mana ajaran Nabi Muhammad SAW diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, didorong oleh keyakinan akan pahala dan tanggung jawab saling membantu, serta memberikan manfaat sosial dan spiritual yang signifikan.
Living Hadis Tolong-Menolong di Desa Sidamukti Kecamatan Baros Kabupaten Serang-Banten Siti Ba'i Muhibah; Endad Musaddad
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i4.121

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena “living hadis” lama-menolong di Desa Sidamukti, yang dikenal dengan kuatnya nilai-nilai komunal dan tradisinya, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi sektor pertanian dan perkebunan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data primer dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, serta warga desa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai, tradisi gotong royong, dan semangat panjang-menolong berfungsi sebagai mekanisme adaptasi dan pelestarian vital terhadap tantangan ekonomi, dengan modal sosial yang kuat berperan penting dalam ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Praktik seperti "Sambatan" (gotong royong membangun/memperbaiki rumah atau fasilitas umum) dan sistem iuran desa (untuk membantu warga sakit atau acara) tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial yang mengurangi beban ekonomi saat krisis. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi tolong-menolong di Desa Sidamukti adalah manifestasi nyata dari “hadis yang hidup”, di mana ajaran Nabi Muhammad SAW diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, didorong oleh keyakinan akan pahala dan tanggung jawab saling membantu, serta memberikan manfaat sosial dan spiritual yang signifikan.
Hiking (Pendakian Gunung) dalam Perspektif Hadis: Studi Hadis Tematik Rio Kurniawan; Endad Musaddad
Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis Vol. 2 No. 2 (2025): Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jih.v2i2.25

Abstract

Mountaineering is now a popular activity in Indonesia, but climbers' behavior that lacks environmental ethics often triggers natural damage such as water pollution, illegal logging, and scattered garbage. This study aims to examine the ethics of climbing from the perspective of hadith by emphasizing the concept of natural Hablum as a form of spiritual and ecological responsibility for humans. The research uses a qualitative method based on literature study through thematic analysis of primary and secondary literature, including the interpretation of the Qur'an and related hadiths. The results show that mountains in Islamic teachings have an important meaning as the earth's peg, source of water, and place of blessing, so maintaining its preservation is a moral obligation as well as worship. Climbers are encouraged to avoid destroying flora-fauna, polluting water sources, and littering, and are expected to have a spiritual-ecological awareness that reflects the balance of Hablum minallah, Hablum minannas, and Hablum minal nature.
THE STUDI KOMPARASI NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM BUKU TAHDZIB AL AKHLAQ KARYA IBNU MISKAWAIH DAN AYYUHA AL WALAD KARYA AL GHAZALI Siska Itaniyah; Subhan Subhan; Endad Musaddad
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v6i2.1549

Abstract

This research aims to determine the concept of character education, character education materials and character education methods in the books Tahdzîb al Akhlâq by Ibnu Miskawaih and Ayyuhal Walad by Imam Al Ghazâlî. This research uses descriptive analysis methods or text analysis and the data collection technique used in this research is the literature study technique (library), and the data sources used in this research are the books Tahdzîb al Akhlâq by Ibnu Miskawaih and Ayyuhal Walad by Imam Al Ghazâlî. The results of this research show that there are similarities in the character education values ??emphasized by Ibnu Miskawaih and Al Ghazâlî, such as patience, honesty, generosity and compassion. These two books also emphasize the importance of having a sense of responsibility and social awareness in everyday life. However, there are differences in the approaches and methods used by these two figures in teaching character education. Ibn Miskawaih tends to use a philosophical approach and encourages deep self-reflection, while Al Ghazâlî prioritizes a practical approach and provides clear instructions regarding concrete actions that must be taken in developing good morals. Based on the results of this research, it can be concluded that character education is an important aspect in the lives of individuals and society. Through understanding and teaching the character education values ??found in these books, it is hoped that it can help in forming individuals with good morals and a better society.