Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan simbol-simbol kelas sosial dalam serial film “Keluarga Somat” menggunakan teori Bourdieu. Serial ini menarik dikaji karena menampilkan ketimpangan sosial kehidupan masyarakat Indonesia dari kelas bawah hingga kelas atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana simbol-simbol kelas sosial direpresentasikan melalui pakaian, status pekerjaan, kondisi tempat tinggal, gaya bicara, serta karakter tokoh dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Sampel diambil 250 episode dengan teknik sampel acak sederhana dari total 511 episode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini lebih banyak menggambarkan kehidupan keluarga kelas menengah ke bawah. Ada tujuh tokoh yang menggambarkan karakteristik masyarakat kelas menengah ke bawah ditandai memakai kaus, daster, rumah sempit, bekerja sebagai buruh pabrik, berkarakter pemalas dan suka bergosip. Empat tokoh dari kelas atas digambarkan dengan ciri selalu memakai kemeja, rumah luas, pekerjaan sebagai ketua RT atau pemilik toko, karakternya disiplin rajin dan peduli sesama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Serial ”Keluarga Somat” tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga media sosialisasi efektif era digital yang menampilkan ketimpangan kelas sosial dan pembentukan stereotip.
Copyrights © 2025