Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak luas terhadap kesehatan manusia dan kualitas lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman masyarakat terhadap pencemaran udara di kecamatan padarincang, kabupaten Serang. metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods), yaitu dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menyadari bahwa pencemaran udara berdampak pada kerusakan lingkungan (76,25%), namun pemahaman terhadap bentuk fisik dan gejala pencemaran masih rendah, seperti sesak napas dan iritasi mata. Faktor penyebab rendahnya pemahaman di antaranya adalah kurangnya informasi lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi lingkungan yang terstruktur serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas udara di daerahnya.
Copyrights © 2025