Red mud merupakan residu dari proses Bayer dengan pH sangat tinggi (11–13) yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Meskipun demikian, red mud mengandung logam bernilai seperti Fe, Ti, dan unsur tanah jarang (REE), sehingga berpeluang dimanfaatkan melalui fitomining. Penelitian ini mengkaji kemampuan tanaman Vetiver (Chrysopogon zizanioides) dalam mengakumulasi logam serta memperbaiki kualitas media melalui fitoremediasi. Metodologi Response Surface Methodology (RSM) menggunakan Design Expert diterapkan untuk menganalisis pengaruh asam fosfat, asam humat, dan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 terhadap respons utama yaitu penurunan pH red mud. Berdasarkan hasil percobaan, penurunan pH berlangsung efektif hingga berada pada rentang 6,5 – 6,8, sehingga kondisi media lebih mendukung pertumbuhan akar dan ketersediaan logam bagi tanaman. Vetiver menunjukkan pertumbuhan stabil pada media yang telah diberi perlakuan dan mampu mengakumulasi logam terutama pada bagian akar. Oleh karena itu, sistem fitoremediasi–fitomining berbasis Vetiver berpotensi diterapkan sebagai solusi pengelolaan red mud yang lebih ramah lingkungan.
Copyrights © 2025