Penjahit merupakan profesi yang sangat rentan mengalami masalah kesehatan seperti gangguan otot dan rangka (Musculuskeletal Disorders) yang secara langsung berdampak pada produktivitas penjahit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko ergonomi yang berpengaruh terhadap keluhan Musculusceletal Disorders pada penjahit di wilayah pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Seluruh Penjahit di Kecamatan Banggae Timur adalah responden penelitian ini yang berjumlah 62 orang yang dipilih secara purposive sampling. Variabel penelitian yaitu kelelahan kerja, keluhan MSDs, beban kerja fisik, dan beban kerja mental. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 41 orang (37,3%) mengalami keluhan Musculusceletal Disorders tingkat ringan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh postur kerja (p-value=0,000), beban kerja fisik (p-value=0,000), dan beban kerja mental (p-value=0,000) terhadap keluhan Musculusceletal Disorders. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko ergonomi yang berpengaruh terhadap keluhan MSDs penjahit adalah postur kerja, beban kerja fisik, dan beban kerja mental.
Copyrights © 2025