Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital capability (DC), entrepreneurial orientation (EO), dan learning culture (LC) terhadap innovation performance (IP) UMKM di Kota Bekasi, dengan knowledge management capability (KMC) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 252 UMKM yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 681 UMKM. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan indikator terukur pada masing-masing variabel. Analisis data menggunakan PLS-SEM mencakup uji validitas, reliabilitas, diskriminan, multikolinearitas, serta pengujian hipotesis dan mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DC, EO, dan LC berpengaruh positif signifikan terhadap IP, baik secara langsung maupun melalui KMC. Selanjutnya KMC terbukti menjadi mekanisme penting yang memperkuat hubungan antara DC dan LC dengan IP, sementara EO memiliki pengaruh langsung paling kuat terhadap IP. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapabilitas digital, orientasi kewirausahaan, budaya pembelajaran, serta pengelolaan pengetahuan merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja inovasi UMKM di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model integratif inovasi UMKM serta rekomendasi praktis bagi UMKM dan pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan digital dan sistem manajemen pengetahuan guna meningkatkan daya saing.
Copyrights © 2025