Abstrak Dunia pendidikan masa kini, fenomena guru yang mengajar dengan pamrih semakin tampak sebagai gejala krisis spiritual. Tekanan ekonomi, tuntutan profesionalisme, serta rendahnya apresiasi sosial membuat sebagian guru kehilangan semangat pengabdian dan mengalami luka batin yang tersembunyi. Artikel ini membahas bagaimana tasawuf psikoterapi dapat menjadi pendekatan alternatif untuk menyembuhkan kelelahan jiwa para guru dan menumbuhkan kembali keikhlasan dalam mengajar. Dengan metode kualitatif melalui studi literatur, kajian ini mengungkap bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs (pembersihan jiwa), muraqabah (kesadaran ilahiyah), dan ikhlas sebagai nilai utama, mampu mengembalikan posisi mengajar sebagai bentuk ibadah, bukan semata-mata pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa tasawuf bukan hanya ajaran spiritual, tetapi juga terapi yang efektif untuk membentuk ketahanan batin dan memperbaiki kualitas jiwa pendidik di tengah tantangan modern. Kajian ini relevan untuk menjadi bahan refleksi bagi guru, lembaga pendidikan, serta pembuat kebijakan agar tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga dimensi spiritual dalam pendidikan.
Copyrights © 2025