urrozi, Khoirun Nisa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tasawuf sebagai Alternatif pada Perkembangan Moral Anak Usia 4-5 Tahun di RA Insan Mulia Pamekasan Ismawati, Desi; Urrozi, Khoirun Nisa
El-Athfal : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 01 (2023): El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak
Publisher : Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah Insitut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56872/elathfal.v3i01.1372

Abstract

Artikel ini membahas peran tasawuf sebagai alternatif dalam membentuk perkembangan moral anak usia 4-5 tahun di RA Insan Mulia Pamekasan terutama dalam menghadapi pola asuh yang kurang tepat dari orang tua dan lingkungan. keduanya menjadi faktor penting bagi perkembangan moral dan prilaku anak yang memberikan dampak positif ketika anak berososial dalam bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana nilai-nilai tasawuf memengaruhi pemahaman sikap, moral dan perilaku anak usia dini di RA Insan Mulia Pamekasan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dan mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Obervasi dilakukan berusaha memberikan gambaran rinci tentang perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dan termasuk respon anak terhadap nilai-nilai moral. Kemudian wawancara dengan guru dan orang tua anak bertujuan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan mendalam tentang dampak pengajaran tasawuf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tasawuf dengan teori habitus Pierre Bourdieu dapat digunakan untuk memahami bagaimana lingkungan khususnya pola asuh sangat memengaruhi pembentukan kebiasaan dan nilai-nilai pada anak. Sehingga penanaman nilai-nilai tasawuf dapat menjadi solusi yang efektif apabila orang tua paham terhadap ilmu agama terutama konsep tasawuf yang mengajarkan rasa kasih, empati, sabar dan cinta terhadap sesama. Pengasuhan dengan penanaman nilai-nilai tasawuf akan menjadikan anak lebih mengenal empati, mampu berbagi, menyayangi sesama, berprilaku sopan terhadap orang tua, guru dan teman sebaya serta mampu mengelola emosi.
Tasawuf sebagai Alternatif pada Perkembangan Moral Anak Usia 4-5 Tahun di RA Insan Mulia Pamekasan Ismawati, Desi; Urrozi, Khoirun Nisa
El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 01 (2023): El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran tasawuf sebagai alternatif dalam membentukperkembangan moral anak usia 4-5 tahun di RA Insan Mulia Pamekasan terutama dalammenghadapi pola asuh yang kurang tepat dari orang tua dan lingkungan. keduanya menjadifaktor penting bagi perkembangan moral dan prilaku anak yang memberikan dampak positifketika anak berososial dalam bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secaramendalam bagaimana nilai-nilai tasawuf memengaruhi pemahaman sikap, moral dan perilakuanak usia dini di RA Insan Mulia Pamekasan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptifdan mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi.Obervasi dilakukan berusaha memberikan gambaran rinci tentang perubahan-perubahan yangmungkin terjadi dan termasuk respon anak terhadap nilai-nilai moral. Kemudian wawancaradengan guru dan orang tua anak bertujuan untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas danmendalam tentang dampak pengajaran tasawuf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwatasawuf dengan teori habitus Pierre Bourdieu dapat digunakan untuk memahami bagaimanalingkungan khususnya pola asuh sangat memengaruhi pembentukan kebiasaan dan nilai-nilaipada anak. Sehingga penanaman nilai-nilai tasawuf dapat menjadi solusi yang efektif apabilaorang tua paham terhadap ilmu agama terutama konsep tasawuf yang mengajarkan rasa kasih,empati, sabar dan cinta terhadap sesama. Pengasuhan dengan penanaman nilai-nilai tasawufakan menjadikan anak lebih mengenal empati, mampu berbagi, menyayangi sesama,berprilaku sopan terhadap orang tua, guru dan teman sebaya serta mampu mengelola emosi.
Mengajar Dengan Pamrih: Luka Batin Guru Dalam Sorotan Tasawuf Psikoterapi: Realitas Psikologis Guru di Era Material, Psikoterapi Tasawuf sebagai Jalan Penyembuhan Jiwa GuruPamrih sebagai Gejala Ego: Tinjauan Tasawuf isme Pendidikan, Dampak Pamrih terhadap Proses Belajar dan Relasi Murid-Guru, Urrozi, Khoirun Nisa
VIRTUOUS JOURNAL Vol 2 No 01 (2025): Mei
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dunia pendidikan masa kini, fenomena guru yang mengajar dengan pamrih semakin tampak sebagai gejala krisis spiritual. Tekanan ekonomi, tuntutan profesionalisme, serta rendahnya apresiasi sosial membuat sebagian guru kehilangan semangat pengabdian dan mengalami luka batin yang tersembunyi. Artikel ini membahas bagaimana tasawuf psikoterapi dapat menjadi pendekatan alternatif untuk menyembuhkan kelelahan jiwa para guru dan menumbuhkan kembali keikhlasan dalam mengajar. Dengan metode kualitatif melalui studi literatur, kajian ini mengungkap bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs (pembersihan jiwa), muraqabah (kesadaran ilahiyah), dan ikhlas sebagai nilai utama, mampu mengembalikan posisi mengajar sebagai bentuk ibadah, bukan semata-mata pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa tasawuf bukan hanya ajaran spiritual, tetapi juga terapi yang efektif untuk membentuk ketahanan batin dan memperbaiki kualitas jiwa pendidik di tengah tantangan modern. Kajian ini relevan untuk menjadi bahan refleksi bagi guru, lembaga pendidikan, serta pembuat kebijakan agar tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga dimensi spiritual dalam pendidikan.
Transformasi Jiwa dalam Pandangan Ibnu 'Arabi: Implikasinya bagi Terapi Trauma Psikologis Urrozi, Khoirun Nisa
VIRTUOUS JOURNAL Vol 2 No 2 (2025): November
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena trauma psikologis yang semakin meningkat di era modern menuntut pendekatan yang lebih holistik dan transendental dalam proses penyembuhannya. Studi ini mengeksplorasi konsep transformasi jiwa (tahawwul al-nafs) dalam pemikiran sufi Ibnu 'Arabi sebagai alternatif paradigma penyembuhan trauma yang tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga spiritual. Ibnu 'Arabi memandang jiwa manusia sebagai entitas dinamis yang terus bergerak menuju kesempurnaan melalui proses penyucian, penyingkapan, dan penyatuan dengan Realitas Mutlak (al-Ḥaqq). Proses ini membuka ruang bagi reinterpretasi trauma sebagai bagian dari perjalanan jiwa menuju integrasi dan makna. Dengan pendekatan kualitatif-hermeneutik terhadap teks-teks utama Ibnu 'Arabi, artikel ini menguraikan bagaimana dimensi batin dari pengalaman traumatik dapat ditransformasikan menjadi momen pencerahan dan penguatan spiritual. Temuan studi ini menunjukkan bahwa integrasi pemahaman sufistik ke dalam terapi psikologis dapat memperluas horizon penyembuhan, khususnya bagi individu yang mengalami keterasingan eksistensial pasca trauma. Pendekatan Ibnu 'Arabi memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan model terapi yang menggabungkan dimensi spiritual, filosofis, dan psikologis secara integral.