Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi integratif-kultural yang diterapkan Pondok Pesantren Al Huda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan degradasi nilai akibat globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen di lingkungan Pondok Pesantren Al Huda. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkap tiga strategi inti dalam penanaman nilai Pancasila. Pertama, integrasi melalui analogi nilai dalam pengajaran kitab kuning yang menghubungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, pembiasaan nilai melalui ritual dan aktivitas kehidupan sehari-hari di pesantren. Ketiga, keteladanan langsung (uswah hasanah) dari kyai dan ustadz yang menjadi model konkret implementasi nilai. Pendekatan integratif-kultural yang menyulam nilai Pancasila ke dalam jaringan kultural pesantren yang sudah ada terbukti efektif menciptakan internalisasi nilai yang alamiah, otentik, dan berkelanjutan. Model ini menawarkan alternatif dari pendekatan instruksional yang selama ini dominan, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren dengan otoritas kultural kyainya dapat menjadi basis strategis penguatan ideologi Pancasila. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pendidikan karakter di Indonesia yang lebih kontekstual dan berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025