Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya

PERBANDINGAN METODE PENJADWALAN LINE OF BALANCE(LoB) DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADAPROYEK KONTRUKSI REPETITIF(Studi Kasus: Proyek Pembangunan Struktur Villa Cemongkak PecatuKabupaten Badung)

I Komang Alit Astrawan Putra (Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai)
I Wayan Diasa (Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai)
Ni Ketut Sri Astati Sukawati (Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar)
I Gusti Ngurah Eka Partama (Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai)
I Made Yogi Antara Putra (Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2026

Abstract

Perkembangan pekerjaan konstruksi khususnya yang berskala besar pada saat ini cukuppesat. Disamping membutuhkan biaya yang besar, juga membutuhkan metode kerja yang baik agardapat meningkatkan kualitas proyek. Para kontraktor sering kali dihadapkan dengan pekerjaankonstruksi yang terdiri dari beberapa unit yang sama seperti pada pekerjaan jalan raya, perumahanatau villa, dan pembangunan apartemen. Proyek pembangunan struktur Villa Cemongkak adalahproyek dengan jenis pekerjaan berulang. Proyek ini terdiri dari enam unit bangunan Villa yang sama.Lokasi proyek terletak di daerah Kuta Selatan tepatnya di jalan Pantai Cemongkak, Pecatu, Badung,Bali. Rencana metode penjadwalan proyek ini menggunakan metode barchart dalam bentuk kurva S.Proyek ini mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya karena dalam proses pengerjaan ada itempekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan karena terkendala pekerjaan yang merupakan lintasan kritisdan villa yang lain masih dalam proses pekerjaan galian sehingga belum bisa dilanjutkan untukpekerjaan item selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan lain untuk mengetahuiefesiensi biaya dan waktu yang sesuai dibandingkan dengan kurva S. Proyek repetitif memiliki durasiitem pekerjaan yang seragam dan jumlah pekerjaan yang relatif sedikit, sehingga penggunaan metodeLoB dikenal lebih efektif. PDM merupakan metode jaringan kerja yang penyajiannya lebih sederhanajika diterapkan pada pekerjaan konstruksi yang repetitif. Hasil yang didapatkan dengan menggunakanmetode LoB yaitu 151 hari dan metode PDM yang lebih efektif yaitu 73 hari, sehingga menghasilkanmetode PDM lebih cepat pengerjaan 78 hari dibandingkan dengan metode LoB dengan biaya yanghampir mirip yaitu metode LoB membutuhkan biaya sebesar Rp. 158.951.026 dan untuk metode PDMmembutuhkan biaya sebesar Rp. 155.618.055. Terdapat selisih perbandingan biaya sebesar Rp.3.332.971.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

vastuwidya

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Mechanical Engineering

Description

Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision ...