I Komang Alit Astrawan Putra
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN METODE PENJADWALAN LINE OF BALANCE(LoB) DENGAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADAPROYEK KONTRUKSI REPETITIF(Studi Kasus: Proyek Pembangunan Struktur Villa Cemongkak PecatuKabupaten Badung) I Komang Alit Astrawan Putra; I Wayan Diasa; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; I Gusti Ngurah Eka Partama; I Made Yogi Antara Putra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pekerjaan konstruksi khususnya yang berskala besar pada saat ini cukuppesat. Disamping membutuhkan biaya yang besar, juga membutuhkan metode kerja yang baik agardapat meningkatkan kualitas proyek. Para kontraktor sering kali dihadapkan dengan pekerjaankonstruksi yang terdiri dari beberapa unit yang sama seperti pada pekerjaan jalan raya, perumahanatau villa, dan pembangunan apartemen. Proyek pembangunan struktur Villa Cemongkak adalahproyek dengan jenis pekerjaan berulang. Proyek ini terdiri dari enam unit bangunan Villa yang sama.Lokasi proyek terletak di daerah Kuta Selatan tepatnya di jalan Pantai Cemongkak, Pecatu, Badung,Bali. Rencana metode penjadwalan proyek ini menggunakan metode barchart dalam bentuk kurva S.Proyek ini mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya karena dalam proses pengerjaan ada itempekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan karena terkendala pekerjaan yang merupakan lintasan kritisdan villa yang lain masih dalam proses pekerjaan galian sehingga belum bisa dilanjutkan untukpekerjaan item selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan lain untuk mengetahuiefesiensi biaya dan waktu yang sesuai dibandingkan dengan kurva S. Proyek repetitif memiliki durasiitem pekerjaan yang seragam dan jumlah pekerjaan yang relatif sedikit, sehingga penggunaan metodeLoB dikenal lebih efektif. PDM merupakan metode jaringan kerja yang penyajiannya lebih sederhanajika diterapkan pada pekerjaan konstruksi yang repetitif. Hasil yang didapatkan dengan menggunakanmetode LoB yaitu 151 hari dan metode PDM yang lebih efektif yaitu 73 hari, sehingga menghasilkanmetode PDM lebih cepat pengerjaan 78 hari dibandingkan dengan metode LoB dengan biaya yanghampir mirip yaitu metode LoB membutuhkan biaya sebesar Rp. 158.951.026 dan untuk metode PDMmembutuhkan biaya sebesar Rp. 155.618.055. Terdapat selisih perbandingan biaya sebesar Rp.3.332.971.
PENERAPAN PENGADAAN MATERIAL UDITCH DENGAN SISTEMMATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PROYEKKONSTRUKSI JALAN.(Study Kasus: Pembangunan Konstruksi Jalan Batas KotaSingaraja - Mengwitani Titik 7A, 7B, 7C dan Titik 8) Made Agus Pramana; I Komang Alit Astrawan Putra; I Wayan Diasa; Ni Ketut Sri Astati Sukawati; Juniada Pagehgiri
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tahap perencanaan proyek konstruksi, terdapat kegiatan perencanaan pengadaanmaterial yang akan digunakan pada proyek konstruksi tersebut. Perencanaan tersebut harusdirencanakan dengan baik mengingat ketersediaan material yang digunakan akan sangatberpengaruh terhadap efisiensi biaya dan waktu dalam proses konstruksi yang akan dilakukan. Salahsatu cara yang dapat digunakan dalam perencanaan kebutuhan material adalah dengan melakukananalisis Material Requirements Planning (MRP). Material Requirements Planning (MRP). ProyekPembangunan Konstruksi Jalan Batas Kota Singaraja – Mengwitani Titik 7A, 7B, 7C dan Titik 8 dibagimenjadi 4 titik pekerjaan yaitu titik 7A, titik 7B, titik 7C dan titik 8. Semua titik tersebut memilikibangunan pelengkap uditch sebagai saluran drainase. Uditch yang dipakai adalah tipe DS 4 yangmerupakan uditch dengan dimensi saluran (DS) 1000 x 1000 x 1200 mm. Dalam analisis MaterialsRequirement Planning (MRP), ada beberapa teknik yang bisa dipakai yaitu: Lot for lot merupakansebuah teknik penentuan ukuran lot yang menghasilkan apa yang diperlukan untuk memenuhirencana secara tepat. Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebuah teknik statistic yangmenggunakan rata-rata (seperti permintaan rataan satu tahun). Dari hasil analisis diperoleh efektivitaskebutuhan material uditch DS 4 sepanjang penanganan konstruksi dari titik 7A, 7B, 7C dan titik 8.Melalui analisis Lot for lot (LOL) dan teknik Economic Order Quantity (EOQ) diperoleh selisih biayayang sama terhadap biaya actual dalam Sembilan minggu pelaksanaan. sedangkan teknik EconomicOrder Quantity (EOQ) pada minggu ke 34 sampai dengan minggu ke 42 memiliki selisih biaya lebihbesar terhadap biaya actual dibandingkan dengan teknik Lot for lot (LOL)